jelajah

Mengenal Lebih Dekat Supriyadi PETA, Pahlawan Nasional yang Dikenal dengan Pemberontakannya Melawan Penjajah

Selasa, 23 Juli 2024 | 20:00 WIB
Supriyadi pahlawan PETA (Instagram @surabaya_historical)

 

SketsaNusantara.id  - Sejak di Sekolah Dasar mungkin kita pasti sudah sering mendapatkan mata pelajaran sejarah terkait pahlawan nasional Indonesia.

Dimana salah satu pahlawan nasional itu adalah Supriyadi. Tokoh ini lahir di Jawa Timur pada masa pendudukan Hindia-Belanda, hingga kemudian menjadi pemimpin dan penggerak pemberontakan PETA.

Namun ada satu babak cerita yang cukup mencengangkan dalam kehidupan tokoh ini, yakni niat pemberontakan yang sempat dicegah oleh Soekarno serta keberadaannya yang menjadi misteri hingga saat ini.

Baca Juga: Kisah Persahabatan M Sroedji dan dr. Soebandi dalam Patung di Jalan Hayam Wuruk, 2 Pahlawan Jember yang Dibantai Belanda

Lalu siapakah sebenarnya tokoh pahlawan nasional Supriyadi? Inilah profil dan jejak sejarahnya dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Oh Ternyata.

Supriyadi atau Shodanco Supriyadi lahir pada tanggal 13 April 1923 di Trenggalek, Jawa Timur yang saat itu masih dalam kependudukan Hindia-Belanda.

Ayahnya dikenal sebagai Raden Darmadi yang dikenal sebagai Bupati Blitar saat kemerdekaan Indonesia.

Sedangkan ibunya merupakan Raden Rahayu yang merupakan keturunan bangsawan, namun ia wafat ketika Supriyadi masih kecil 

Setelah kematian ibunya, peran penting dalam pengasuhannya diambil oleh kakeknya dari ayah Rahayu.

Baca Juga: Sukarni Pahlawan Terlupakan Kelahiran Blitar yang Dipenjara Pemerintahan Bung Karno, Waktu Kecil Sering Gelut dengan Anak-Anak Belanda

Namun belum juga menamatkan sekolah tingginya, Jepang menduduki tanah air sehingga ia kemudian bersekolah sambil bergabung latihan militer yang diadakan oleh Jepang.

Supriyadi bergabung dengan pasukan Pembela Tanah Air (PETA), yang merupakan pasukan militer bentukan Jepang untuk mempertahankan wilayah jajahannya.

Dalam pelatihan yang sangat berat itu ia kemudian memperoleh gelar Shodanco atau komandan peleton sehingga ia kemudian ia dikenal sebagai Shodanco Supriyadi.

Ia kemudian membawahi pasukan pleton 1 dan kompi 3 yang bertugas memberi bantuan senjata berat dan menjadi pengawas pekerja romusha.

Halaman:

Tags

Terkini