Kamis, 9 Juli 2026

Mengenal Lebih Dekat Supriyadi PETA, Pahlawan Nasional yang Dikenal dengan Pemberontakannya Melawan Penjajah

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Selasa, 23 Juli 2024 | 20:00 WIB
Supriyadi pahlawan PETA  (Instagram @surabaya_historical)
Supriyadi pahlawan PETA (Instagram @surabaya_historical)

Saat menjadi pengawas romusha itulah Supriyadi benar-benar mengertii bagaimana penderitaan rakyat yang terjajah sehingga hatinya memberontak dan ingin segera melawan penjajahan.

Baca Juga: Siapa Sosok Kyai Umar Sumberwringin? Pahlawan dari Tokoh Ulama Jember, Pemimpin Laskar Santri yang Kharismatik dan Legendaris

Sejak saat itulah, Supriyadi mulai merencanakan pemberontakan dengan menghubungi kawan-kawannya yang sesama tentara PETA untuk mengadakan pertemuan rahasia untuk rencanakan pemberontakan.

Ia berpandangan bahwa sebagai bangsa yang ingin merdeka maka mereka tak boleh membiarkan tentara Jepang terus bertindak sewenang-wenang.

Untuk itu ketika Soekarno berkunjung ke Blitar, Supriyadi sempat mengutarakan niat pemberontakan yang telah direncanakannya, namun justru Soekarno menyuruhnya untuk memikirkan baik-baik rencananya.

Namun ternyata ucapan Soekarno juga tak bisa mencegahnya untuk berhenti melakukan pemberontakan, hingga sampai akhirnya, pada 14 Februari 1945, ia memimpin pemberontakan PETA di Blitar melawan tentara Jepang.

Tempat pertama yang dihujani mortir oleh pasukan Supriyadi adalah Hotel Sakura dimana disana terdapat banyak perwira Jepang 

Pemberontakan PETA di Blitar merupakan salah satu peristiwa penting dalam memantapkan semangat juang masyarakat untuk merebut kemerdekaan.

Baca Juga: Jejak Kyai Zainul Arifin Pahlawan Nasional dari Barisan Hisbullah, Kisahnya Jadi Tameng Hidup Soekarno Legendaris Hingga Kini

Meskipun pada akhirnya pemberontakan ini dapat dipadamkan oleh Jepang karena pemberontakan itu rupanya sudah tercium pihak Jepang.

Sebab itulah serangan itu menemukan jalan buntu dan beberapa pimpinan pemberontakan ditangkap bahkan ada beberapa di antaranya yang dihukum mati.

Namun tidak demikian halnya Supriyadi, ia tak ikut divonis mati karena pada saat itu Supriyadi tak ikut menyerahkan diri seperti yang lain.

Sebab itulah hingga saat ini keberadaan Supriyadi masih menjadi misteri dan kerap diperbincangkan. Ada banyak spekulasi bermunculan bahwa ia masih hidup dan juga spekulasi bahwa ia sudah meninggal.

Namun meski demikian, aksi pemberontakan Supriyadi dan kawan-kawannya yang mungkin belum berhasil saat itu, namun Supriyadi dan pasukannya telah menyalakan api perlawanan di hati rakyat 

Supriyadi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1964 atas jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Oh Ternyata

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X