Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Kemenpora, di Indonesia Korfball dikenal sebagai bola keranjang.
Korfball hampir mirip dengan olahraga basket, yang membedakan hanya jumlah pemainnya saja.
Olahraga Korfball terdiri dari 8 pemain yang terbagi menajdi 4 putra dan 4 putri.
Selain komposisi pemain yang berbeda, dalam Korfball juga hanya ada passing dan tidak ada dribble.
Tugas para pemain terbagi menjadi 2, empat orang mempertahankan kerajang dan 4 orang lainnya menyerang lawan.
Dikutip dari situs Komite Olimpiade Indonesia, Olahraga ini diciptakan Belanda pada tahun 1902 dan pernah menjadi salah satu cabang olahraga di Olimpiade 1920 dan 1928.
Walau pemainnya terdiri dari pria dan wanita, namun pemain pria hanya boleh menjaga pemain pria, begitu juga sebaliknya.
Selain itu, Korfball juga melarang pemain dengan fisik yang kuat mendominasi permainan.
Beberapa hal yang dilarang dalam Korfball yakni blok, tekel hingga menendang dan memukul bola.
Adapun kecintaan Sroedji kepada olahraga ini dikisahkan dalam sejumlah dokumen di Museum Juang Sroedji, Kalisat, Jember.
Berdasarkan dokumen-dokumen milik museum, Sroedji yang saat itu belum berpangkat letkol, menjadi pengurus departemen Korfball dengan jabatan kapten.
Moch Sroedji juga dikenal sebagai wasit pertandingan Korfball, salah satunya dalam pertandingan antara Indonesia Moeda dan MSV.***