Silsilah dari jalur ayah, Syekh Ahmad Mutamakkin merupakan keturunan Sultan Demak, Raden Patah yang asalnya dari Sultan Trenggono.
Secara garis keturunan, Syekh Mutamakkin merupakan cicit dari Raden Patah, Sultan Demak.
Berbeda dari jalur ibu, Ki Cebolek memiliki garis keturunan dari Prabu Barwijaya V sari Rden Tanu.
Dari catatan sejarah dan silsilah keluarga Syekh Mutamakkin, ia memiliki nama bangsawan atau ningrat Sumohadiwijaya.
Setelah mendedikasikan hidupnya untuk berdakwah menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa, khususnya di wilayah pantai utara Pati, beliau wafat.
Syekh Ahmad Mutamakkin wafat di daerah tempat ia berdakwah. Lalu, Makam Syekh Mutamakkin di mana?
Makam Syekh Ahmad Mutamakkin berada di desa Kajen (tempat berdakwah), Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sampai saat ini karomah Syekh Ahmad Mutamakkin, makamnya selalu ramai didatangi para peziarah.
Setiap bulan Muharram, digelar acara Haul Syekh Mutamakkin yang juga ramai oleh para peziarah, tepatnya setiap 10 Muharram.
Bukan hanya dikunjungi masyarakat sekitar Pati saja, makam Mbah Mutamakkin juga ramai didatangi peziarah luar kota.
Selain itu, sosok Gus Dur semasa hidupnya juga sering kali berziarah ke makam Syekh Mutamakkin di Pati. Hal ini rutin dilakukan Gus Dur setiap kali bepergian dan melewati wilayah Pati, pasti menyempatkan diri ke makam leluhurnya itu.***