Ternyata, Malahayati juga seorang cicit dari raja kedua di Kesultanan Aceh, Sultan Salahuddin Syah yang memerintah pada tahun 1530-1539.
4) Akhiri hidup Cornelis de Houtman
Penjajah asal Belanda yang membawa 2 kapal berlayar menuju Aceh dipimpin oleh Cornelis de Houtman.
Saat itu Sultan Aceh memerintahkan Inong Balee yang dipimpin Malahayati untuk mengusir 2 kapal Belanda tersebut.
Perang di atas lautan pun terjadi hingga pasukan Inong Balee berhasil hancurkan 2 kapal Belanda.
Saat duel satu lawan satu, Malahayati melawan Cornelis de Houtman. Saat itu pula Malahayati akhiri hidup Cornelis de Houtman.
Ia terbunuh oleh hunusan Rencong yang jadi senjata Malahayati, seperti dikutip dari ungkapan Ustadz Salim A. Fillah di YouTube Kaks Production yang diposting pada 3 April 2024.
5) Pendiri Inong Balee
Malahayati atau Keumalahayati juga dikenal sebagai sosok pendiri Inong Balee.
Inong Balee merupakan pasukan perang pertama yang memiliki sisi unik dan pemberani.
Bagaimana tidak, seluruh anggotanya adalah perempuan dan ditakuti musuh di perairan pesisir Aceh Besar serta Selat Malaka.
Pasukan Inong Balee dibekali Sultan Aceh dengan 100 unit kapal perang ukuran besar berkapasitas masing-masing 400 pasukan.***