SketsaNusantara.id- Kotagede adalah salah satu tempat di Kota Yogyakarta yang sekarang berstatus sebagai Kawasan Cagar Budaya (KCB).
Kotagede yang dulu disebut dengan Alas Mentaok nantinya akan terus berkembang menjadi pemukiman penduduk padat hinggga menjadi ibukota Kerajaan Mataram Islam.
Berdasarkan catatan sejarah Kotagede, Alas Mentaok (alas : hutan) merupakan daerah yang dihadiahkan oleh Sultan Hadiwijaya dari Kerajaan Pajang kepada Ki Gede Pemanahan karena sudah berhasil mengalahkan musuh.
Daerah tersebut kemudian dijadikan Ibu Kota Kerajaan Mataram Islam oleh Ki Gede Pemanahan yang bergelar Panembahan Senopati dan mencapai puncak kejayaan ketika dipimpin oleh Sultan Agung.
Pada masa kepemimpinan Sultan Agung, Kerajaan Mataram Islam mampu memperluas wilayah kerajaannya sampai ke daerah Pati, Madiun, Kediri, dan Pasuruan.
Selanjutnya, Sultan Agung memutuskan untuk memindahkan pusat kerajaannya ke Karta atau Plered yang otomatis masa Kotagede sebagai ibukota juga berakhir.
Perlu diketahui bahwa kawasan Kotagede ini sekarang diperintah oleh 2 provinsi yakni Pemerintah Kota Surakarta dan Yogyakarta.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal Youtube @Salim.A.Fillah, saat terjadi peristiwa "Perang Jawa", Kawasan Kotagede tersebut berada dibawah pimpinan Pangeran Diponegoro selama hampir 4 tahun lamanya.
Selain itu, kawasan tersebut dianggap sebagai tempat yang suci dan netral dari semua pengaruh dari luar, termasuk tidak ada campur tangan apapun dengan pihak Kompeni Belanda.
Pasukan Kompeni Belanda tidak berani masuk kedalam kawasan Kotagede yang membuat Pangeran Diponegoro leluasa menentukan strategi bersama pasukannya dengan aman.
Ada juga Pabrik Mesiu yang sudah di bangun di Kotagede pada Masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono II dan dimanfaatkan oleh Pangeran Diponegoro sebagai pabrik persenjataan.