SketsaNusantara.id - Masjid Gedhe Kotagede atau yang juga dikenal sebagai Masjid Gede Mataram merupakan masjid tertua di Yogyakarta.
Masjid Gede Mataram memiliki sejarah panjang terkait berdirinya Kesultanan Mataram Islam di daerah Yogyakarta.
Sehingga Masjid Gede Mataram ini menjadi saksi sejarah bagaimana jatuh bangunnya kerajaan islam di daerah jawa tengah ini.
Awal berdirinya kerajaan islam di Yogyakarta
Pada abad ke 16 kisah heroik dimulai tentang sebuah kerajaan yang dipahat secara kuat oleh Panembahan Senopati atau yang biasa kita kenal Danang Sutawijaya, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Salim A. Fillah.
Dimana Panembahan Senopati mendirikan kesultanan Mataram islam pada tahun 1589 yang dibangun pertama adalah masjidnya yakni masjid yang hingga saat ini kita kenal sebagai Masjid Gedhe Kotagede.
Kerajaan Mataram Islam berdiri dengan perjalan yang cukup dramatis di mana kerajaan ini berdiri setelah Arya Penangsang berhasil dikalahkan berkat kerjasama antara Sultan Hadiwijaya dengan Panembahan Senopati atau Sutawijaya.
Sutawijaya merupakan putra dari Ki Ageng Pemanahan yang merupakan seorang kepercayaan utama Sultan Hadiwijaya dimana kemudian pada awal abad ke 16 Sutawijaya dan Ki Ageng Pemanahan bersatu dengan Sultan Hadiwijaya menaklukkan pemberontakan Arya Penangsang.
Baca Juga: Mengenal Masjid Sulthonain, Masjid Bersama Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta
Sebagai bentuk penghargaan Sultan Hadiwijaya kepada Ki Ageng Pemanahan, kemudian ia memberikan hutan Mentaok yang kini dikenal sebagai Kotagede Yogyakarta kepada Ki Ageng Pemanahan, meski kemudian wilayah itu masih berada dibawah pengaruh Kerajaan Pajang.
Setelah beberapa lama berkuasa, Ki Ageng Pamanahan wafat, sehingga kekuasaan Kotagede kemudian diambil alih putranya, yakni Sutawijaya.
Setelah Sutawijaya berkuasa menggantikan ayahnya, ia kemudian berusaha melepaskan diri dari pengaruh Pajang yang akhirnya hal itu memicu konflik.
Namun tak lama kemudian, Sultan Hadiwijaya wafat sehingga upaya melepaskan diri Sutawijaya menjadi dari pengaruh Pajang semakin terbuka lebar dan menajdi konflik internal.