SketsaNusantara.id - Bali merupakan satu provinsi di Indonesia di mana umat dari berbagai agama berbaur namun juga tetap damai tanpa pertikaian.
Salah satu agama yang berbaur dengan sangat baik dan tak sedikitpun berkonflik dengan Hindu Bali adalah Islam.
Hal ini karena awal syiar dakwah Islam masuk ke Bali melalui jalan damai. Salah satu bukti masuknya islam ke Bali adalah keberadaan 2 makam keramat kembar, yakni makam Syeikh Maulana Yusuf al-Baghdi al-al Maghribi dan makam Habib Ali bin Zainal Abidin al-Idrus.
Sekilas Masuknya islam ke Bali
Ratusan tahun silam, Islam masuk ke Pulau Bali tanpa adanya benturan sama sekali. Justru Islam masuk kemudian berbaur dengan budaya setempat.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya istilah Bali yang dipakai oleh muslim, seperti subak, banjar hingga penggunaan nama depan seperti wayan, made, gede dll.
Islam masuk ke Bali melalui wilayah Klungkung, satu wilayah di Bali yang saat itu merupakan wilayah dengan mayoritas Hindu terbesar di Nusantara.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari Buku Islam di Bali, Sejarah Masuknya Islam di Indonesia', Islam masuk ke Klungkung Bali setelah Majapahit runtuh.
Majapahit jatuh pada tahun 1478 Masehi setelah diserang pasukan Girindrawardana dari Kediri. Sehingga Raden Patah yang merupakan putra Prabu Wijaya, raja terakhir Majapahit diangkat menjadi Sultan Demak.
Raden Patah yang saat itu menjabat sebagai Sultan Demak inilah kemudian bersama para wali menyebarkan agama islam hingga ke luar pulau jawa. Mereka datang ke Kerajaan Gelgel Bali pada abad XVI saat kerajaan ini berada dalam pemerintahan Dalem Baturenggong.
Awalnya, penyebar Islam ini datang sebagai utusan sekaligus memiliki misi menyebarkan agama Islam.
Makam keramat kembar di Karangasem Bali