SketsaNusantara.id - Kawasan Dieng di Jawa Tengah menjadi salah satu destinasi wisata favorit turis lokal hingga mancanegara.
Khususnya di bulan Juli ini, dimana suhu kawasan Dieng menjadi cukup dingin bahkan menyentuh minus.
Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi turis lokal maupun mancanegara mendatangi destinasi wisata yang berada di ketinggian 2.000 mdpl ini.
Selain keindahan alamnya yang menjadi daya tarik wisata, kawasan Dieng juga terkenal dengan festival budaya yang digelar tiap tahunnya.
Tak lain adalah Dieng Culture Festival yang tahun ini akan digelar kembali pada 23-25 Agustus.
Salah satu yang menarik dari Dieng Culture Festival yakni adanya tradisi atau ritual budaya Ruwat Gimbal yang dilakukan masyarakat dataran tinggi Dieng.
Ruwat Gimbal merupakan tradisi memotong rambut anak-anak yang memiliki rambut gimbal.
Tradisi ini menjadi salah satu daya tarik storynomics tourism Dieng, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari laman Kemenparekraf.
Masyarakat Dieng mempercayai bahwa anak gimbal laki-laki merupakan titisan Kiai Kolodete.
Baca Juga: Mengenal Sunan Kuning, Tokoh Ulama Tionghoa Jawa yang Sebarkan Islam di Semarang dan Pantura
Sedangkan anak gimbal perempuan dipercaya adalah titisan Nini Ronce Kala Prenye.
Selain itu, storynomics dari legenda lain yang berkembang ialah rambut gimbal berasal dari Nyai Roro Kidul atau Nyai Ratu Selatan yang dititipkan pada Kiai Kolodete.