Namun karena berita tersebar dengan cepat dari mulut ke mulut maka kata Riman menjadi Rimang. Sehingga mulai saat itu kuda Gagak Riman menjadi Gagak Rimang.
Seharusnya kuda hitam itu jatuh pada Sorenpati, ayah dari Riman. Namun karena mengetahui Adipati mereka yakni Arya Penangsang menyukai kuda itu maka mereka kemudian menyerahkan kuda itu ke tangan Arya Penangsang.
Riman sendiri merupakan anak Sorenpati yang merupakan penggede di Desa Kasiman yang saat ini berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro yang dulunya merupakan satu kabupaten dengan Jipang Panolan.
Gagak Rimang lari meninggalkan Riman saat bertarung melawan Siman untuk memperebutkan Rara Swari gadis pujaan mereka sehingga Riman kalah dan tewas.
Untuk itulah kemudian kuda hitam milik Riman kabur, masuk ke dalam hutan lalu ke padang rumput hingga ia bertemu dengan sosok Arya Penangsang yang langsung jatuh hati pada kegagahannya.
Gagak Rimang kemudian menjadi kuda setia Arya Penangsang, ia selalu mendampingi kemana pun tuannya pergi.
Di tangan Arya Penangsang, Gagak Rimang semakin menjelma menjadi kuda hitam gagah perkasa yang memiliki kelincahan yang luar biasa.***