jelajah

Siapa Eyang Djoego? Inilah Sosok Keturunan Keraton Mataram yang Dimakamkan di Gunung Kawi, Eks Laskar Diponegoro?

Selasa, 16 Juli 2024 | 21:50 WIB
Ilustrasi Eyang Djoegoe yang dimakamkan di Gunung Kawi (Kolase jadesta.kemenparekraf.go.id, Freepik)

Hal itu yang kemudian membuatnya diizinkan mengubah namanya sunggak semi dengan sang ayah menjadi Kyai Zakaria II.

Baca Juga: Jadi Kuliner Khas Muntilan, Konon Makanan Ini Jadi Sarapan Pangeran Diponegoro

Selain mengikuti jejak sang ayah, Eyang Djoego juga turut serta dalam Perang Diponegoro.

Bahkan banyak sumber yang menyebutkan ia adalah penasehat spiritual Pangeran Diponegoro.

Namun sejak Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Manado oleh Belanda, Eyang Djoego akhirnya mengembara.

Baca Juga: Lokasi Masjid Gedhe Mataram Yogyakarta, Peninggalan Kerajaan Mataram Islam Tertua dengan Berbagai Pesona Budayanya

Eyang Djoego mengembara sampai ke Blitar dan mengubah namanya hingga meninggalkan segala atribut kebangsawanannya.

Hal ini dikarenakan untuk menghindari Belanda yang saat itu menangkap para pengikut Pangeran Diponegoro.

Eyang Djoego memiliki karomah yakni bisa menyembuhkan orang sakit.

Baca Juga: Joko Tingkir Mengalahkan Kerbau: Kisah Legendaris Raja Pertama Kesultanan Pajang dan Lahirnya Mataram Islam

Dari kisah tutur yang beredar di masyarakat, Eyang Djoego bahkan bisa mengusir wabah yang kala itu menyerang Blitar.

Hingga Kanjeng Pangeran Warsokoesoemo memberikannya sebidang tanah yang kini dikenal sebagai Desa Jugo.

Eyang Djoego pun mendirikan padepokan yang ia gunakan untuk berdakwah.

Eyang Djoego meninggal di padepokannya pada Malam Senin Pahing sekitar pukul 01.30 WIB.

Dan sesuai wasiatnya, ia dimakamkan di lereng Gunung Kawi, Malang.***

Halaman:

Tags

Terkini