Eyang Djoego juga pernah menjadi laskar Pangerang Diponegoro, sumber lain menyebutkan ia adalah penasehat spiritualnya.
Ketika Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda, Kyai Zakaria II menanggalkan nama bangsawannya dan mengubahnya menjadi Eyang Sadjoego atau Eyang Djoego.
Eyang Djoego akhirnya mengembara ke Jawa Timur hingga mendirikan padepokan di Desa Jugo, Kecamatan Sanan, Kabupaten Blitar.
Ketika meninggal pada malam Senin pahing, 22 Januari 1871 pukul 01.30 WIB, ia pun dimakamkan di lereng Gunung Kawi sesuai wasiatnya.
Kini, Pesarean Gunung Kawi menjadi salah satu objek wisata di Malang yang selalu ramai penziarah.***