jelajah

Mitos Puncak Gunung Lawu, Konon Jadi Tempat Pengasingan Prabu Majapahit Brawijaya V 

Selasa, 16 Juli 2024 | 09:15 WIB
Mitos-mitos di Gunung Lawu. (Instagram/@explorejogorogo.)

 

SketsaNusantara.id - Gunung Lawu merupakan satu dari objek wisata gunung yang terkenal di Indonesia.

Gunung yang menjulang tinggi sebesar 3265 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menjadi incaran para wisatawan pendaki lokal maupun mancanegara.

Gunung Lawu berada di Pulau Jawa yakni berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, menduduki 3 kawasan kabupaten yakni dua Ngawi, Magetan, dan Karanganyar.

Baca Juga: 250 Anak Tangga Makam Sunan Bayat: Petualangan Mistis di Makam Sunan Bayat yang Wajib Anda Kunjungi!

Status Gunung Lawu saat ini diketahui masih istirahat, hal itu karena dalam pantauan Gunung Lawu telah lama tidak menunjukkan aktivitas vulkanik yang siginifikan.

Berdasarkan sejarahnya, aktivitas vulkanik berupa letusan terakhir Gunung Lawu terjadi di akhir abad 18 sekitar tahun 1835, meski demikian puncaknya masih mengeluarkan uap air dan belerang hingga sekarang.

Seperti halnya gunung-gunung di Indonesia, mitos atau cerita turun-temurun dari zaman masa lalu menyelimuti Gunung Lawu

Dilansir SketsaNusantara.id dari indonesia.go.id, berikut adalah mitos-mitos paling terkenal yang ada Gunung Lawu.

Baca Juga: Makna 2 Buto atau Raksasa di Gunungan Wayang Kulit, Penjaga Gerbang Ketauhidan

Mitos Gunung Lawu yang paling santer didengar oleh masyarakat setempat hingga para pendaki lokal yang berkunjung adalah konon Gunung Lawu menjadi tempat persinggahan Raja Majapahit Brawijaya V.

Cerita turun-temurun tersebut diketahui bermula saat menjelang keruntuhan Kerajaan Majapahit, sekitaran tahun 1400 M.

Raja Majapahit terakhir Brawijaya V pergi ke puncak Gunung Lawu untuk mengasingkan diri. Ia datang bersama pengikutnya bernama Sabdo Palon.

Dalam cerita, Raja Brawijaya V merupakan seorang pemeluk agama Buddha yang ingin meminang Dara Peta.

Halaman:

Tags

Terkini