SketsaNusantara.id - Kisah penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa pada masa kerajaan memang tak ada habisnya dan selalu menarik untuk diikuti.
Jejak penyebaran Islam ini tidak lepas dari peranan Wali Songo yang kemudian melahirkan tokoh ulama lain yang tersebar pada daerah-daerah tertentu di tanah Jawa.
Salah satu tokoh ulama yang terkenal adalah Sunan Bayat. Sosoknya pun cukup dikenal di kalangan masyarakat Jawa Tengah yang diketahui adalah murid dari salah satu Wali Songo yakni Sunan Kalijaga.
Lantas, siapakah Sunan Bayat? Berdasarkan informasi yang dihimpun SketsaNusantara.id dari laman resmi Provinsi Jawa Tengah dan berbagai sumber, berikut kisah Sunan Bayat sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di Jawa selain Wali Songo.
Sunan Bayat merupakan salah satu tokoh ulama yang namanya tak asing lagi bagi masyarakat Jawa Tengah. Menurut catatan sejarah, Sunan Bayat merupakan putra menantu dari Ki Ageng Pandanaran yang memiliki nama asli Sayyid Hasan Nawawi.
Sunan Bayat yang juga dikenal sebagai Ki Ageng Pandanaran II atau Raden Kaji ini pernah menjabat sebagai bupati Semarang menggantikan ayahnya, Ki Ageng Pandanaran, pada tahun 1418 Saka atau 1496 Masehi.
Dikisahkan dalam buku Cerita-Cerita Legenda di Kabupaten Klaten karya Danang Susena dan Wisnu Nugroho Aji yang diterbutkan pada tahun 2020, Sunan Bayat menjadi pemimpin yang baik dan membawa banyak kemajuan di wilayahnya.
Namun, setelah Ki Ageng Pandaranan meninggal dunia pada tahun 1547 Masehi, terjadi banyak perubahan. Pemerintahan pun dilalaikan begitu pula dengan perawatan tempat ibadah dan pondok pesantren yang sering terabaikan.
Kondisi tersebut kemudian diketahui Kasultanan Demak Bintara dan mengutus Sunan Kalijaga untuk menyadarkan Sunan Bayat.
Diketahui, ternyata Raden Kaji atau Sunan Bayat ternyata memiliki sifat yang mengagungkan kekayaan alias gila harta hingga membuat sang bupati lupa diri karena keserakahannya.