jelajah

Siapakah Sunan Bayat? Mengenal Sosok Mantan Bupati Semarang yang Gila Harta hingga Jadi Ulama Paling Sabar Penyebar Islam di Tanah Jawa

Selasa, 16 Juli 2024 | 07:45 WIB
Ilustrasi - Sosok Sunan Bayat, mantan bupati Semarang yang akhirnya jadi ulama penyebar ajaran agama Islam di Jawa Tengah. (Tangkapan Layar YouTube Maos Sholawat.)

 

SketsaNusantara.id - Kisah penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa pada masa kerajaan memang tak ada habisnya dan selalu menarik untuk diikuti.

Jejak penyebaran Islam ini tidak lepas dari peranan Wali Songo yang kemudian melahirkan tokoh ulama lain yang tersebar pada daerah-daerah tertentu di tanah Jawa.

Salah satu tokoh ulama yang terkenal adalah Sunan Bayat. Sosoknya pun cukup dikenal di kalangan masyarakat Jawa Tengah yang diketahui adalah murid dari salah satu Wali Songo yakni Sunan Kalijaga.

Baca Juga: Kenapa Ada Banaspati dan Monyet di Pohon Tauhid Gunungan Wayang Kulit? Inilah Bukti Kecanggihan Dakwah Wali Songo di Nusantara

Lantas, siapakah Sunan Bayat? Berdasarkan informasi yang dihimpun SketsaNusantara.id dari laman resmi Provinsi Jawa Tengah dan berbagai sumber, berikut kisah Sunan Bayat sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di Jawa selain Wali Songo.

Sunan Bayat merupakan salah satu tokoh ulama yang namanya tak asing lagi bagi masyarakat Jawa Tengah. Menurut catatan sejarah, Sunan Bayat merupakan putra menantu dari Ki Ageng Pandanaran yang memiliki nama asli Sayyid Hasan Nawawi.

Sunan Bayat yang juga dikenal sebagai Ki Ageng Pandanaran II atau Raden Kaji ini pernah menjabat sebagai bupati Semarang menggantikan ayahnya, Ki Ageng Pandanaran, pada tahun 1418 Saka atau 1496 Masehi.

Baca Juga: Arti Gambar Kerbau dan Harimau dalam Gunungan Wayang Kulit, Ada Kaitannya dengan Mimpi Nabi Muhammad Sebelum Perang Uhud

Dikisahkan dalam buku Cerita-Cerita Legenda di Kabupaten Klaten karya Danang Susena dan Wisnu Nugroho Aji yang diterbutkan pada tahun 2020, Sunan Bayat menjadi pemimpin yang baik dan membawa banyak kemajuan di wilayahnya.

Namun, setelah Ki Ageng Pandaranan meninggal dunia pada tahun 1547 Masehi, terjadi banyak perubahan. Pemerintahan pun dilalaikan begitu pula dengan perawatan tempat ibadah dan pondok pesantren yang sering terabaikan.

Kondisi tersebut kemudian diketahui Kasultanan Demak Bintara dan mengutus Sunan Kalijaga untuk menyadarkan Sunan Bayat.

Baca Juga: Lokasi Makam Syekh Jumadil Kubro Semarang, Tokoh Penyebar Islam yang Dikenal Sebagai Bapak Wali Songo

Diketahui, ternyata Raden Kaji atau Sunan Bayat ternyata memiliki sifat yang mengagungkan kekayaan alias gila harta hingga membuat sang bupati lupa diri karena keserakahannya.

Halaman:

Tags

Terkini