SketsaNusantara.id - Membahas soal kerajaan dan turunannya memang memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah membahas tentang tokoh yang legendaris di Purworejo.
Kali ini tentang Nyi Ageng Bagelen, keturunan Raja Medang Kamulan, atau Medang Gele, atau Medhang Kawit.
Nyi Ageng Bagelen dulunya memiliki nama Dewi Roro Wetan. Ia merupakan putri dari pasangan Sri Panuhun 2 dan Dewi Suretno.
Karena tak memiliki saudara laki-laki dan ia merupakan anak tunggal, maka Nyi Ageng Bagelen pernah menjadi pemimpin di kerajaan Medang Gele, atau Bagelen, menggantikan Sri Panuhun 2.
Saat usianya memasuki dewasa, Nyi Ageng Bagelen dipersunting oleh Raden Joko Cokropramono.
Suami Nyi Ageng Bagelen ini merupakan seorang pemuda dari desa Awu-awu Langit.
Menikah dengan Nyi Ageng Bagelen, Raden Joko Cokropramono berganti gelar menjadi Ki Ageng Begelen.
Pernikahan Nyi Ageng Bagelen dengan Raden Joko Cokropramono ini menghasilkan satu putra dan dua putri.
Baca Juga: Siapa Syekh Jumadil Kubro Semarang? Sumber Keilmuan Wali Songo yang Dikenal dengan Tradisi Tasawuf
Ketiga anak Nyi Ageng Bagelen tersebut diberi nama Raden Bagus Ghento, Dewi Roro Pitrah dan Dewi roro Taker.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @ragnala.corp, semasa hidupnya, sepasang suami istri Ki Ageng Bagelen dan Nyi Ageng Bagelen bersama membangun daerah Bagelen dan mensejahterakan rakyatnya.
Ki Ageng Bagelen dan Nyi Ageng Bagelen pintar melihat peluang dan kepiawaian rakyatnya.
Para rakyatnya rata-rata bermata pencaharian sebagai petani di bidang pertanian padi, kedelai, jagung dan lain-lain.