jelajah

Tirakat Sunan Kalijaga saat Berguru pada Sunan Bonang, Benarkah Semedi Bertahun-tahun Hanya untuk Jaga Tongkat?

Minggu, 14 Juli 2024 | 14:00 WIB
Ilustrasi - Raden Sahid alias Sunan Kalijaga menunggu tongkat milik Sunan Bonang di pinggir kali. (Tangkapan Layar Youtube Dongeng Tanah Jawa.)

Namun, setelah tongkat yang dicurinya ternyata buka terbuat dari emas, Raden Sahid kemudian mengembalikannya kepada Sunan Bonang. 

Saat itu, Sunan Bonang mempertanyakan alasan Raden Sahid mencuri. Setelah mendengar penjelasan Raden Sahid yang mencuri untuk dibagikan kepada rakyat miskin, Sunan Bonang kemudian memberikan nasihat.

Baca Juga: Sampai Kewalahan! Hanya 6 Kota Ini yang Membuat Penjajah Belanda Dulu Sampai Menyerah, Daerah Mana Saja?

Sunan Bonang melihat kemuliaan dalam diri Raden Sahid. Begitu pula dengan Raden Sahid yang melihat sosok Sunan Bonang sebagai guru yang bisa membimbingnya ke jalan yang benar.

Raden Sahid pun meminta Sunan Bonang agar diangkat menjadi muridnya. Sunan Bonang pun dengan bijak melakukan pendekatan bertahap agar bisa mengajarkan ilmu agama Islam kepada Raden Sahid.

Salah satu hal yang menjadi ajaran Sunan Bonang adalah Raden Sahid diminta menjalankan ujian menunggu tongkat yang ditancapkannya di pinggir sungai atau kali.

Ujian ini pun dilakukan Raden Sahid dan menimbulkan tanda tanya hingga saat ini. Benarkah saat menunggu tongkat di pinggir kali, Raden Sahid bersemedi sebagai tirakat untuk melakukan perjalanan spiritual untuk mendapatkan suatu ilmu atau kesaktian khusus?

Baca Juga: 7 Kota di Indonesia Penghasil Wanita Cantik! Khusus yang Jomblo Jangan Mau Sampai Ketinggalan, Jakarta Termasuk?

Salah satu pendakwah yakni Ustad Salim A. Fillah pernah menjelaskan terkait hal ini saat menjadi bintang tamu di Podcast milik Abdel Achrian.

Dalam podcast yang diunggah di kanal YouTube Abdel Achrian pada tanggal 15 Fwbruari 2024 lalu, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id,Ustad Salim A. Fillah pernah menjelaskan kisah tersebut hanyalah sebagai simbolik saja, bukan harfiah.

"Jadi, karena kisah ini menurut Babad Tanah Jawi, kisah Sunan Kalijaga atau Raden Sahid yang menunggu tongkat sejauh ini kami anggap hanya secara simbolik," ungkap Ustad Salin A. Fillah.

Menurutnya, sebagian besar yang tertulis di Babad Tanah Jawi menunjukkan kisah simbolik sebagai bagian dari kisah leluhur keluarga kerajaan zaman dahulu kala. Penulisan simbolik inipun ada maksud tersendiri.

Baca Juga: Cocok untuk Orang Sabar: 5 Kota Paling Macet yang Perlu Kamu Ketahui, yang Gak Sabaran Lebih Baik Menghindar!

"Jadi, Babad Tanah Jawi ini ditulis untuk kepentingan keluarga kerajaan dan mereka punya leluhur, maka mintanya ditulis yang baik-baik, kalau ada kisah yang memunculkan perspektif negatif, maka ya tolong ditulis secara simbolik saja," ucap Ustad Salim A. Fillah. 

Sementara itu, sumber lain menyebut, kisah Raden Sahid menunggu tongkat adalah sebagai pesan yang ingin diajarkan Sunan Binang kepada muridnya untuk belajar tentang kesabaran, ketenangan dan mendalami dirinya sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini