Hal itulah yang membuat kupat ketheg mempunyai rasa gurih dari parutan kelapa dan manis gula merah, mirip seperti jajanan pasar.
Selanjutnya, kupat ketheg biasanya akan disajikan pada waktu tertentu yakni di malam hari ke-25 bulan Ramadhan atau dalam bahasa Jawa disebut "Malam Slawe" hingga 7 hari setelah lebaran.
Kuliner unik ini diketahui hanya bisa ditemukan di sekitar lokasi wisata religi makam Sunan Giri yakni di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Selain itu, ketupat ketheg juga banyak dijual oleh para pedagang kaki lima yang suka mangkal setiap hari di depan pintu masuk Makam Sunan Giri.
Kudapan dengan isi beras ketan tersebut senantiasa laris manis diborong oleh para pembeli yang merupakan orang-orang yang berziarah ke makam Sunan Giri.***