Cara penyajian yang unik ini bukan tanpa alasan. Nasi Jangkrik tersebut manjadi media dakwah Sunan Kudus.
Biasanya makanan ini disediakan saat acara keagamaan yang diselenggarakan oleh Sunan Kudus.
Porsinya yang kecil bertujuan agar semua yang datang bisa kebagian tanpa memandang status masyarakat.
Selain itu, Nasi Jangkrik juga menjadi salah satu simbol tolerasni antar umat beragama.
Saat kepemimpinan Sunana Kudus, umat beragama Islam dan Hindu hidup rukun berdampingan.
Hal ini tercermin dari seporsi Nasi Jangkrik. Untuk menghargai umat Hindu, lauk yang digunakan di Nasi Jangkrik bukan daging sapi. Karena sapi merupakan hewan yang disucikan oleh umat Hindu.
Sebagai gantinya, daging kerbau atau daging kambing digunakan untuk melengkapi kuliner ini.
Nasi Jangkrik bisa kamu dapatkan secara gratis di Kudus pada saat peringatan 10 Muharram.
Di saat itu, Nasi Jangkrik akan dibagikan secara cuma-cuma di sekitaran makan Sunan Kudus.***