Cara penyajian yang unik ini bukan tanpa alasan. Nasi Jangkrik tersebut manjadi media dakwah Sunan Kudus.
Biasanya makanan ini disediakan saat acara keagamaan yang diselenggarakan oleh Sunan Kudus.
Porsinya yang kecil bertujuan agar semua yang datang bisa kebagian tanpa memandang status masyarakat.
Selain itu, Nasi Jangkrik juga menjadi salah satu simbol tolerasni antar umat beragama.
Saat kepemimpinan Sunana Kudus, umat beragama Islam dan Hindu hidup rukun berdampingan.
Hal ini tercermin dari seporsi Nasi Jangkrik. Untuk menghargai umat Hindu, lauk yang digunakan di Nasi Jangkrik bukan daging sapi. Karena sapi merupakan hewan yang disucikan oleh umat Hindu.
Sebagai gantinya, daging kerbau atau daging kambing digunakan untuk melengkapi kuliner ini.
Nasi Jangkrik bisa kamu dapatkan secara gratis di Kudus pada saat peringatan 10 Muharram.
Di saat itu, Nasi Jangkrik akan dibagikan secara cuma-cuma di sekitaran makan Sunan Kudus.***
Artikel Terkait
Legendaris Sampai Sekarang, Santapan Kesukaan Wali Songo! Kuliner Ini Gak Pernah Skip Untuk Malam 1 Suro
3 Rekomendasi Kuliner Bogor dengan Nuansa Alam Tradisional, Cocok Buat Nongki Cantik Bareng Keluarga, Yuk Spill dan Review Bersama!
Terbuat dari Jangkrik, yang Bener Aja? Intip Kuliner Medhok Buatan Istri Sunan Kudus Wali Songo
Kesukaan Sunan Kudus Nih, Gak Cuma Nasi Jangkrik, Ada Kuliner Paling Unik Tanpa Sendok?
Berburu Kuliner Khas Tradisional di Titik 0 Kilometer Banyuwangi, Jajanan Melegenda Lengkap!
Kisah di Balik Kuliner Peninggalan Sunan Muria dan Sunan Kudus? Sajian Lontong Cocok untuk Sarapan Pagi, Harga Super Merakyat