Namun akhirnya ia meninggal dunia karena terbunuh dalam suatu insiden ketika menyerang Panarukan yang dikuasai oleh Kerajaan Blambangan.
Baca Juga: Berburu Kuliner Khas Tradisional di Titik 0 Kilometer Banyuwangi, Jajanan Melegenda Lengkap!
Beralih lagi ke kuliner peninggalan masa Kerajaan Demak Bintoro. Sajian ini dinilai paling unik.
Mirip dengan nasi pecel, namun memiliki cara memasak atau penyajian yang lebih berbeda daripada biasanya.
Menggunakan sentuhan tradisional, membuat masakan ini mengandung cita rasa yang gurih, asin, pedas, dan manis.
Baca Juga: Ini Alasan Majapahit Tak Mampu Taklukkan Kerajaan Sunda Pajajaran yang Kekuasaannya Jauh Lebih Kecil
Adapun sayur-sayuran yang digunakan dalam masakan tersebut. Yakni seperti kembang turi, jantung pisang, daun singkong muda, daun ubi jalar, pucuk daun dan buah lamtoro atau petai cina.
Sayuran itu direbus dan diatur dengan rapi dalam pincukan yang sudah berisi nasi. Pincukan adalah bungkusan daun pisang atau daun jati yang menyerupai mangkuk.
Semakin lengkap sajian khas Demak ini jika sudah dinikmati dengan ikan asin goreng dan peyek.
Tak berhenti sampai di situ, kuliner ini disiram dengan bumbu kacang dengan rasa khas yang telah dimasak.
Diberi hiasan srundeng di atasnya, membuat tampilan dan rasanya semakin membuat lidah bergoyang.
Srundeng itu bernama uyah goreng atau garam goreng. Yakni kelapa parut sangrai yang sudah dibumbui dengan garam.
Jika kalian ingin menambah lauk lainnya juga bisa. Seperti sambal goreng tempe basah, gorengan mendoan, sampai bakwan sayur.