jelajah

Cuman di Banyuwangi, Ada Tradisi Berdandan Seperti Kerbau Tiap Malam 10 Suro: Kebo-keboan Upacara Syukuran Hasil Panen

Kamis, 11 Juli 2024 | 10:45 WIB
Upacara Kebo-keboan di Banyuwangi sebagai ucap syukur hasil panen. ( X/ @anggialandegent.)

 

SektsaNusantara.id - Kebo-keboan adalah tradisi unik dari Banyuwangi, Jawa Timur, dimana para peserta berdandan dan bertingkah seperti kerbau.

Tradisi ini mengandung nilai spiritual dan merupakan bentuk syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok SeputarIndonesia, nama kebo-keboan berasal dari bahasa daerah yang berarti "kerbau tiruan".

Baca Juga: Bikin Puas! Lalapan Cak Eb di Pasuruan! Konsep Menu Prasmanan, Ada 20 Pilihan Varian Lauk Lho

Kerbau dipilih sebagai simbol karena perannya yang penting dalam kehidupan petani di sawah.

Tradisi ini berasal dari suku Osing sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen.

Para petani yang ikut serta mengecat tubuh mereka dengan warna hitam, menyerupai kerbau.

Selain untuk mengucap syukur, kebo-keboan juga bertujuan untuk membersihkan desa dan memohon perlindungan dari penyakit dan bencana.

Baca Juga: Beginilah Asal-usul Kue Putu yang Jadi  Kudapan Manis Khas Jawa, Ternyata Ada Pengaruh dari Tiongkok?

Tradisi ini dimulai di Desa Alasmalang ketika wabah penyakit menyerang warga dan tanaman padi.

Salah satu sesepuh desa, mendapat petunjuk untuk menggelar kebo-keboan sebagai bentuk syukur. Setelah tradisi ini dilakukan, wabah pun hilang.

Di Banyuwangi, tradisi ini hanya dilakukan di dua desa, yaitu Desa Aliyan dan Desa Alasmalang. Meski tujuannya sama, cara pelaksanaannya berbeda.

Baca Juga: Sunan Muria di Kota Apa ? Inilah Keberadaan Tempat dari Sunan Termuda Sekaligus Keturunan Sunan Kalijaga

Halaman:

Tags

Terkini