Dalam pertempuran, saat peti dari Arya Damar ini dibuka, seketika muncul suara gemuruh, disusul hujan dan angin.
Pasukan Majapahit pun pontang panting menyelamatkan diri dan kemenangan diraih pasukan Sunan Kudus.
Menariknya, peti ini diberikan oleh Arya Damar yang merupakan putra Prabu Brawijaya.
Dalam buku yang sama, Agus Sunyoto menyebutkan bahwa Arya Damar yang dikenal juga dengan nama Ario Abdilah ini anak dari Prabu Brawijaya dengan Putri Denawa, Endang Sasmitapura.
Saat dalam kandungan, ibunya diusir dari keraton hingga akhirnya ia dilahirkan di hutan selatan Majapahit.***