SketsaNusantara.id - Pada tradisi Jawa, orang yang sedang mengadakan selamatan atau kenduri baik hajatan, kematian, dan lain sebagainya seringkali menyajikan menu ingkung.
Ingkung adalah ayam utuh yang dibentuk seperti posisi wanita yang sedang bersimpuh atau orang yang terlihat sedang duduk saat salat.
Bentuk dari ayam ingkung ini menggambarkan sikap orang yang sedang manekung atau bersemedi.
Baca Juga: Orang Jawa Identik dengan Cita Rasa Manis dalam Setiap Masakannya, Ternyata Begini Alasan Utamanya
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal youtube @Santri Wali, makna kata ingkung berasal dari kata ing (ingsun) yang kung (manekung) yang artinya saya berdoa dengan penuh khidmat.
Menu makanan Ingkung biasanya dibuat dari ayam jago atau jantan yang dimasak utuh dengan bumbu kuning kunur dan diberi kaldu santan kental.
Selain itu, ayam ingkung mempunyai filosofis yang cukup dalam yakni manusia yang diharapkan bisa seperti ayam.
Maksud dari seperti ayam disini adalah seekor ayam kalau diberi makan tidak akan langsung dimakan, namun dipilih terlebih dahulu mana yang baik dan mana yang tidak.
Begitupun dengan manusia yang diharapkan mempunyai sikap sama dimana ia harus melakukan hal yang baik dan meninggalkan hal yang buruk.
Penyembelihan ayam jago juga memiliki makna tersendiri yakni agar bisa menghindari sifat-sifat buruk yang dilambangkan oleh ayam jago.
Baca Juga: Biar Senin Ga Suntuk, Ngakak Dulu dengan 11 Tebakan Kocak Ini!
Ayam jago diketahui memiliki sifat buruk diantaranya sombong, ketika berbicara maunya menang sendiri (berkokok), tidak setia, dan tidak perhatian kepada anak istri.
Itulan tadi beberapa makna filosofis yang ada pada menu makanan khas Jawa yang terbuat dari ayam utuh yakni ingkung.***