SketsaNusantara.id- Para ahli memang mengakui belum bisa melakukan pembacaan secara detail terhadap Prasasti Lumbung di Jember.
Jangankan membaca, mengenali huruf atau aksara apa yang tertera dalam Prasasti lumbungpun masih mengalami kesulitan.
Namun, Tim Balai Pelestari Budaya dan Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur yang sempat melakukan pembacaan dan observasi menduga Prasasti Lumbung diduga berasal dari era yang sangat tua.
Objek diduga Cagar Budaya yang disebut sebagai Prasasti Lumbung ditemukan di Dusun Krajan, Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
Prasasti lumbung berupa pahatan tulisan misterius pada sebuah batu pipih berbentuk segi lima dengan panjang sekitar 1,75 meter x 2 meter dengan tebal sekitar 40 cm.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman BPCB Jatim, setelah mengidentifikasi tulisan pada Prasasti Lumbung, Tim Arkeolog dari BPCB Jatim belum bisa memastikan apakah aksara yang digunakan, aksara Kawi, Palawa ataukah Jawa Kuno.
Masalahnya, aksara yang bisa dikenali sangat minim. Artinya jauh lebih banyak lagi aksara yang tidak diketahui bunyi maupun artinya.
Kesimpulan baru bisa dilakukan, bila lebih banyak aksara yang dikenali dibandingkan dengan yang tidak dikenali pada prasasti tersebut.
"Karena sebagian besar aksara adalah anomali dari aksara yang sudah dikenal, maka masih membutuhkan waktu untuk menyimpulkan," jelas Ismail Lutfi dari BPCB Jatim.
Baca Juga: Mengenal Prasasti Tukmas Peninggalan Ratu Jay Shima, Bukti Luasnya Wilayah Kerajaan Kalingga
Namun berdasarkan sejumlah aksara yang dikenali, diduga prasasti ini lebih cenderung ke Aksara Jawa Kuno.
Tidak ada indikasi untuk aksara yang lebih tua seperti Palawa, karena pahatan atau goresannya sangat berbeda sekali.