Tentu saja pelayaran para saudagar muslim tadi berdampak langsung dengan adanya kontak dengan masyarakat di pantai utara Jawa.
Baca Juga: Mengenal Prasasti Tukmas Peninggalan Ratu Jay Shima, Bukti Luasnya Wilayah Kerajaan Kalingga
Kondisi Makam
Pengamatan SketsaNusantara.id menyebutkan, kompleks makam Leran terdiri atas beberapa makam. Mereka kemungkinan besar dalah para saudara dan pengikut Fatimah Binti Maimun.
Kompleks makam terdiri atas bangunan dengan dikelilingi tembok, tersusun dari depan ke belakang. Sementara, sisi belakang dianggap menjadi tempat yang paling sakral.
Uniknya, mengingat masih berada pada periode waktu kerajaan Hindu Budha, makam ini sedikit lebih berbeda dari makam Islam lain.
Makam Fatimah binti Maimun merupakan bangunan induk yang terbuat dari bahan batu putih berhias pelipit-pelipit persegi dengan atap berbentuk limas.
Tembok yang terdiri dari dua lapis, tampak mengelilingi kompleks makam ini. Sekaligus menunjukkan bahwa tokoh yang dimakamkan memiliki status sosial yang dihormati.
Pada Batu nisan makam Fatimah binti Maimun terukir Bahasa Arab dengan gaya kufi. Inkripsi pada nisan terdiri dari tujuh baris yang berdasarkan terjemahan J.P. Moquette oleh Moh. Yamin sebagai:
“Atas nama Allah Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pemurah bagi tiap makhluk yang hidup di bumi, itu adalah bersifat fana, tetapi wajah Tuhan mu yang semarak dan gemilang itu tetap kekal adanya.
Inilah kubur wanita yang menjadi kubur syahid bernama Fatimah binti Maimun, Putera Hibatullah yang berpulang pada hari Jum’at ketika tujuh (malam) sesudah berliwat (melewati) bulan Rajab dan pada tahun 475 Hijriyah (1082 Masehi).”
Yang menjadi kemurahan Tuhan Allah Yang Maha Tinggi bersama pula Rasul-Nya yang Mulia.