Pada masa pemerintahan Dalem Baturenggong itulah Kerajaan Gelgel mengalami masa kejayaan yang gemilang. Wilayah kekuasaannya diperluas hingga meliputi hampir seluruh Bali, Lombok, dan Blambangan (Banyuwangi) hingga Sumbawa.
Kemajuan pemerintahan Baturenggong karena ia dikenal sebagai raja yang bijaksana dan melindungi seni dan budaya Bali.
Ia juga dikenal bersahabat erat dengan Brahmana bijak bernama Nir Arta yang melarikan diri dari kerusuhan di Jawa.
Baca Juga: Efek Letusan Gunung Samalas, Kelaparan di Mana-Mana, Erupsi Dahsyat yang Mengubur Kerajaan Lombok
Bersama Brahmana yang bijaksana inilah kerajaan mengalami peningkatan dalam bidang sastra dan budaya Bali.
Dalam tulisan sejarawan Eropa menggambarkan bahwa Pulau Bali saat itu merupakan darah padat penduduk dengan produksi pertanian yang maju, perdagangan lada dan kain kaos melalui pedagang di pantai utara Jawa yang menjadi tulang punggung perekonomian.
Keruntuhan Kerajaan Gelgel
Meskipun gemilang, hingga Kerajaan Gelgel mengalami puncak kejayaan, namun akhirnya juga runtuh karena perebutan kekuasaan di luar pulau Bali.
Putra Baturenggong menghadapi pemberontakan bangsawan istana dan menghadapi kekalahan militer melawan kerajaan jawa Pasuruan yang berlangsung dalem seganing yang sukses dan relatif stabil.
Kekalahannya menandai berakhirnya kekuatan politik Bali yang terpusat dan terpecahnya Bali menjadi kerajaan-kerajaan kecil.
Setelah Dalem Seganing naik tahta dan memerintah pada tahun 1605, wilayah Kerajaan Gelgel satu persatu diserang dan direbut oleh kerajaan lain.
Misalkan kesultanan Gowa yang merebut lombok pada tahun 1633 dan menyerang pulau lombok pada tahun 1640.
Setelahnya banyak sekali pemberontakan-pemberontakan yang semakin semakin mengecilnya wilayah kekuasaan raja asli Bali.
Namun meski telah runtuh, Kerajaan Gelgel tetap dianggap sebagai bukti kejayaan Bali di masa lampau. Peninggalan sejarah dan budayanya menjadi warisan berharga bagi masyarakat Bali hingga saat ini.***