SketsaNusantara.id - Cerita tentang Sunan Bonang atau Raden Maulana Makdum Ibrahim selalu menarik untuk diikuti.
Salah satunya yaitu kisah duel sengit antara Sunan Bonang dan Blacak Ngilo.
Black Ngilo merupakan bekas prajurit Majapahit yang sangat pengecut.
Ia melarikan diri saat terjadi perang saudara ke Goa Sentono di daerah Blora, Jawa Tengah.
Mulanya Blacak Ngilo terkenal baik di kalangan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Rela Pura-Pura Masuk Islam demi Hancurkan Sunan Bonang, Brahmana Sakyakirti Kualat sebelum Perang
Ia mengajarkan berbagai macam ilmu bercocok tanam, spiritual, olah kanuragan, hingga budi pekerti.
Blacak Ngilo memiliki sebuah padepokan bernama Sentono yang terletak di aliran Bengawan Solo yang sangat strategis untuk pertanian.
Tidak mengherankan jika pada saat itu daerah Blacak Ngilo mengalami kemajuan yang sangat pesat dan hebat.
Merasa berhutang budi, masyarakat sekitar memperlakukan Blacak Ngilo bak raya.
Sayangnya lambat laut Blacak Ngilo jumawa dan bertindak sewenang-wenang kepada masyarakat sekitar.
Baca Juga: Juara! Rumah Makan Mirasa 2 Jadi Rekomendasi Tempat Makan Keluarga di Kediri, Punya Menu-Menu Legend
Saat musim panen tiba misalnya, masyarakat diwajibkan untuk menyetorkan separuh lebih dari hasil panen kepada Blacak Ngilo.
Tidak hanya itu, bagi warga masyarakat yang memiliki anak perawan diminta untuk dipersembahkan kepada Blacak Ngilo untuk dijadikan selir.