SketsaNusantara.id - Setiap masjid agung peninggalan kerajaan Islam di Nusantara didesain dengan arsitektur yang khas serta simbol dengan pemaknaan mendalam.
Salah satunya adalah Masjid Agung Banten yang berada di sebelah utara Kota Serang, tepatnya di Desa Banten.
Bangunan masjidnya terawat sangat baik dan kokoh hingga zaman sekarang sejak didirikan sekitar tahun 1560-1570.
Masjid ini didirikan oleh menantu Sunan Gunung Jati, yakni Sultan Maulana Hasanudin, pendiri sekaligus sultan pertama Kesultanan Banten.
Kesultanan ini didirikan sekitar tahun 1526 seiring dengan perluasan wilayah kekuasaan Demak dan Cirebon ke kawasan pesisir barat laut Pulau Jawa.
Kesultanan Banten dahulu menguasai wilayah Banten, DKI Jakarta, serta sebagian Jawa Barat dan Lampung.
Salah satu bagian yang unik dari bangunan Masjid Agung Banten adalah tangga yang wujudnya menyerupai goa.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Dunia Masjid, tangga tersebut dibangun atas bantuan seorang arsitek asal Mongolia bernama Cek Ban Cut.
Bagian lain yang mencolok perhatian adalah menara masjid dengan tinggi sekitar 24 meter dan diameter 10 meter.
Menurut Fairuz Sabiq dalam bukunya berjudul Karakteristik & Mitos Masjid Agung Peninggalan Kerajaan Islam di Jawa (2021), menara tersebut dibangun oleh arsitek dari Belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, yakni pada abad ke 17.
Ciri khas lain dari masjid ini adalah 6 pintu yang didesain pendek.