Dikisahkan bahwa sejumlah muazin tewas bergantian di tangan Aji Menjangan Wulung yang mencegah mereka untuk mengumandangkan azan.
Petaka tersebut akhirnya bisa diatasi setelah Sunan Gunung Jati memerintahkan 7 orang untuk mengumandangkan azan secara bersamaan.
Aji Menjangan Wulung kebingungan karena ada suara azan yang terdengar bersamaan. Ia pun merasa cemas karena tidak mengetahui asal suara itu.
Saking paniknya, ia melompat kabur dan lari meninggalkan masjid.
Sejak itulah Aji Menjangan Wulung tak pernah lagi mengusik ibadah para jamaah Masjid Sang Cipta Rasa.
Mulanya, tradisi 7 muazin itu dilakukan setiap sholat 5 waktu. Namun, seiring waktu tradisi itu hanya dilakukan pada saat azan pertama sholat Jumat.***