SketsaNusantara.id- Keyakinan masyarakat Jawa bahwa keluarga Keraton Yogyakarta memiliki berbagai benda pusaka yang memiliki kesaktian atau "daya linuwih" masih terus terpelihara hingga sekarang.
Bahkan, saking ampuhnya salah satu pusaka Keraton Yogyakarta bernama Kyai Tunggul Wulung diyakini mampu mengusir wabah yang melanda kota Yogyakarta waktu itu.
Yang menarik, pusaka keraton Yogyakarta bernama Kyai Tunggul Wulung tersebut ternyata tidak berbentuk keris, tombak maupun jenis senjata lainnya.
Peristiwa bermula pada tahun 1931, di mana wabah infulenza menyerbu Kota Gede yang menjadi kota lama Yogyakarta.
Kota Gede terletak di selatan Yogyakarta, tempat pendiri Dinasti Mataram, Senapati Ingalaga yang meninggal tahun 1601 dimakamkan.
M.C Riclefs dalam bukunya Mengislamkan Jawa tahun 2012, menyebutkan bahwa akibat wabah influenza tersebut banyak warga kaya yang memilih mengungsi meninggalkan Kota Gede.
Baca Juga: Menggali Warisan Budaya Majapahit dalam Kerajaan Islam Jawa: Pewaris Sejati Jawa atau Bali?
Sementara, warga biasa memilih tetap tinggal berjaga setiap malam di kediaman masing-masing di Kota Gede.
Saat itu, warga khawatir wabah akan datang mengambil nyawa mereka, bila warga terlelap dalam tidurnya.
Karena wabah influenza tersebut banyak memakan korban, akhirnya warga meminta bantuan kepada Sultan Hamengkubuwoono VII, Raja Keraton Yogyakarta.
Kepada Sultan Hamengkubuwono VII, warga memohon agar mengizinkan salah satu pusaka keraton paling suci, diarak keliling kota Yogyakarta.
Yang menarik, pusaka yang diyakini memiliki kesaktian tersebut bernama Kyai Tunggu Wulung, berwujud sebuah bendera.