jelajah

Kisah Kerajaan Maritim Nusantara yang Kuasai Jalur Perdagangan Asia Tenggara, Benarkah Pusat Perdagangan yang Jatuh Karena Konflik?

Rabu, 26 Juni 2024 | 17:45 WIB
Angkatan perang maritim Sriwijaya (Endang Hartatik )

Kerajaan ini menguasai jalur pelayaran Selat Malaka yang menjadi urat nadi perdagangan maritim antara India dan Tiongkok pada masa itu. 

Baca Juga: 6 Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Masih Kokoh Berdiri Hingga Saat Ini, Cocok Banget Buat Destinasi Wisata Kamu, Yuk Kunjungi!

Akhirnya, perdagangan India dan China terhenti sampai di Sriwijaya dan Sriwijaya kemudian berperan sebagai pengatur tukar menukar komoditi antara India dan China.

Sebab itulah kemudian Sriwijaya memiliki hubungan yang baik dengan China dan India yakni Raja Rajendra Cholla.

Namun dari sinilah kemudian timbulnya kegusaran Raja Cholla kepada Sriwijaya yang menjadi penyebab kehancuran Sriwijaya.

Sriwijaya yang menguasai perdagangan selat Malaka pada akhirnya menimbulkan konflik karena Raja Cholla yang menganggap Sriwijaya menghambat perdagangannya dengan China. Dari sinilah dendam raja Cholla dimulai.

Kemunduran Kerajaan Sriwijaya 

Kejatuhan Kerajaan Sriwijaya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni :

• Pada tahun 1017 dan tahun 1025, Sriwijaya diserang oleh oleh Rajendra cholla 1 yang berasal dari dinasti Colda di Kolomande, India Selatan yang gusar karena Sriwijaya menghambat jalur perdagangannya dengan China.

Dua serangan itu  membuat armada perang  Kerajaan Sriwijaya luluh lantak dan jalur perdagangan Asia Tenggara kemudian jatuh pada Raja Rajendra Cholla meski Kerajaan Sriwijaya masih berdiri.

• Melemahnya kekuatan militer Kerajaan Sriwijaya akibat ditaklukkan Raja Cholla membuat kerajaan taklukkan Sriwijaya melepaskan diri hingga memunculkan Dharmasraya dan pakeruyung sebagai kekuatan baru yang kemudian mengambil alih daerah kekuasaan Sriwijaya mulai dari semenanjung Malaya, Sumatera hingga Jawa bagian barat.

Baca Juga: Suhu Arab Saudi terus Mengalami Kenaikan Drastis Hingga Sebabkan Kematian, Pihak Kerajaan Beri Sinyal Peringatan Bagi Jemaah Haji

• Wilayah strategis perdagangan yang dulu merupakan daerah kekuasaan Sriwijaya kemudian dikuasai oleh raja-raja disekitarnya sehingga kekuasaan Sriwijaya semakin mengecil.

• Muncul kerajaan-kerajaan kuat yang kemudian menguasai penuh Sriwijaya, diantaranya tercatat Kerajaan Singhasari yang melakukan ekspedisi Pamalayu.

Meski Kerajaan Sriwijaya akhirnya Tunggak nama namun sudah terukir dalam sejarah bahwa Nusantara pernah memiliki kerajaan maritim yang dahsyat yang daerah taklukkannya hingga Asia Tenggara. 

Halaman:

Tags

Terkini