SketsaNusantara.id - Kehadiran nama Syekh Siti Jenar, menciptakan beragam kontroversi yang mengisi sejarah Islam, khususnya di Jawa.
Sosok, ajaran, dan kematiannya diselimuti misteri. Versi yang paling populer menyebut bahwa ia dieksekusi oleh Wali Songo karena ajarannya yang menyimpang dari ortodoksi Islam.
Ada pula yang menyebut bahwa kematiannya hanyalah simbol dari transformasi spiritual masyarakat di Jawa.
Keberagaman perspektif yang terus berupaya membuka tabir misteri itu justru membuka ruang-ruang interpretasi dan diskusi yang memperkaya khazanah pemikiran Islam di Nusantara.
Dilansir SketsaNusantara.id dari buku Atlas Wali Songo karya KH Agus Sunyoto terbitan Pustaka Iman, Jakarta, tahun 2014, berikut ini 7 misteri kontroversi kematian Syekh Siti Jenar.
1. Dihukum Mati dengan Keris Kanta Naga
Berdasarkan Carita Purwaka Caruban Nagari, Syekh Siti Jenar dibunuh oleh Sunan Kudus dengan keris Kanta Naga, yang disebut milik Susuhunan Jati Purba (Syekh Datuk Kahfi).
Eksekusi dilakukan di dalam Masjid Sang Cipta Rasa pada tahun 1505. Jenazahnya lalu dikuburkan di mandala Anggaraksa, Cirebon.
2. Vonis Hukuman Mati karena Ajaran Menyimpang
Anggapan yang populer mengenai kematian Syekh Siti Jenar ialah dijatuhi hukuman mati karena ajarannya yang menyimpang.
Beberapa sumber yang mencatat versi ini antara lain Serat Seh Siti Jenar (1917), Babad Purwaredja, dan Serat Niti Mani.