Tongkat estafet pemerintahan Kesultanan Cirebon berlanjut hingga cicit Sunan Gunung Jati yang dikenal dengan nama Sultan Abdul Karim dengan julukan Panembahan Girilaya.
Kesultanan Cirebon kemudian terpecah usai menjadi dua yakni Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman.
Baca Juga: Di Balik Rasa Manis Gudeg Yogyakarta, Ternyata Ada Sejarah yang Pahit
Keraton Kasepuhan dipimpin oleh Pangeran Martawijaya yang disebut juga dengan Sultan Sepuh dan Keraton Kanoman dipimpin oleh Pangeran Kartawijaya atau Pangeran Anom.
Namun pada tahun 1800, keraton Kanoman dipecah kembali menjadi 2 yakni keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan.
Dan terakhir, pada tahun 1900-an diproklamirkanlah satu keraton lagi yakni Keraton Keprabonan yag dulu digunakan sebagai tempat untuk mengaji.
Hingga saat ini keempat keraton masih berdiri dan dipimpin oleh keturunannya masing-masing.***