Sementara itu, pada alas candi terdapat banyak relief kawanan singa sebagai simbol kekuatan, keberanian dan kemenangan.
Candi Jabung kemungkinan bersar berkaitan dengan Kerajaan Majapahit. Pada tahun 1331, Tribuwana Tunggadewi beserta Gajah Mada menggempur sebuah daerah yang masih berdaulat di Pulau Jawa yakni Ketah dan Sadeng.
Hal ini berbeda jauh pada seperempat abad ke dua, ketika penerus Tribuwana Tunggadewi yaitu Raja Hayam Wuruk malah dipuja dan diagung-agungkan oleh rakyat Ketah yang dulu merupakan daerah yang dihancurleburkan oleh Tribuwana Tunggadewi.
Candi Jabung sendiri merupakan perlambang untuk mengabadikan pendermaan kerabat Hayam Wuruk. Di sinilah kemudian Hayam Wuruk singgah dan melakukan upacara keagamaan dengan khusyuk.***