jelajah

Misteri Kompleks Makam Imogiri di Bantul, Tempat Peristirahatan Sultan Agung dan Raja-Raja Mataram yang Dijaga 2 Kerajaan

Kamis, 21 Mei 2026 | 16:30 WIB
Makam Imogiri di Bantul, Yogyakarta. (Jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Kompleks Makam Imogiri di Kabupaten Bantul menjadi salah satu situs sejarah penting di Yogyakarta.

Tempat ini dikenal sebagai kawasan pemakaman raja-raja Mataram Islam yang berdiri di kawasan Gunung Merak.

Selain memiliki nilai sejarah tinggi, kawasan tersebut juga menjadi tujuan wisata budaya dan religi.

Baca Juga: Mengintip Puri Mataram Jogja, Tempat Liburan Keluarga Bernuansa Tradisional dengan Panorama Sawah yang Menenangkan

Banyak pengunjung datang untuk melihat langsung kompleks makam yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Mataram Islam.

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, kompleks Makam Imogiri dikenal pula dengan nama Pajimatan. Nama tersebut berasal dari kata “Jimat” yang memiliki arti pusaka atau tempat menyimpan pusaka.

Dalam sejarah Kerajaan Mataram Islam, Sultan Agung dianggap sebagai leluhur penting dinasti kerajaan. Raja Mataram Islam tersebut menjadi tokoh pertama yang dimakamkan di kawasan Imogiri.

Baca Juga: Di Balik Batik Tulis Keraton Mataram, Desa Giriloyo Menjaga Tradisi Membatik Turun Temurun sejak Abad 17

Kompleks pemakaman ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Agung sekitar tahun 1613 hingga 1646. Lokasinya berada di kawasan perbukitan yang menghadap wilayah selatan Yogyakarta.

Kompleks pemakaman ini dikenal dengan sebutan Pajimatan.

Sejarah Makam Imogiri juga berkaitan dengan Perjanjian Giyanti tahun 1755. Perjanjian tersebut membagi Kerajaan Mataram menjadi dua kekuasaan besar.

Dua kerajaan yang lahir dari perjanjian tersebut ialah Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Meski wilayah kerajaan terbagi, status Makam Imogiri tetap dianggap penting bagi kedua pihak.

Kompleks makam itu kemudian menjadi harta suci bersama Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Kedua kerajaan memiliki hak dan tanggung jawab dalam menjaga kawasan makam tersebut.

Hingga sekarang, tradisi pemeliharaan makam masih terus dilakukan. Beberapa aturan adat juga tetap diterapkan bagi pengunjung yang datang ke kawasan Imogiri.

Halaman:

Tags

Terkini