Bangunan ini didirikan oleh komunitas Eropa atau sosialita Belanda sebagai tempat nongkrong para elit Eropa di Bandung.
Bangunan ini didirikan di atas lahan seluas 7.500 meter persegi dan sempat mengalami beberapa kali renovasi hingga pemugaran.
2. Beberapa Kali Berubah Nama
Dikutip dari akun Instagram @mkaa_kemlu, awalnya bangunan in bernama Societeit Concordia dan menjadi klab eksklusif kaum Eropa yang juga menjadi tempat pertunjukan kebudayaan.
Lalu pada masa penjajahan Jepang, gedung ini berubah nama menjadi Dai Toa Kaikan dan berfungsi sebagai pusat kebudayaan.
Setelah kemerdekaan, gedung ini sempat menjadi markas tentara Indonesia.
Menjelang Konferensi Asia-Afrika, presiden Soekarno mengubah namanya menjadi Gedung Merdeka yang dikenal hingga saat ini.
3. Pernah Direnovasi oleh Guru Besar Arsitektur ITB
Pada tahun 1921, bangunan yang masih bernama Concordia ini dirombak menjadi gedung pertemuan super mewah pada saat itu.
Renovasi besar-besaran itu melibatkan dua orang arsitek sekaligus, yakni Van Gallen Last dan C.P Wolff Schoemaker.
Keduanya merupakan guru besar Arsitektur Techniche Hogenschool atau yang saat ini bernama ITB.
Bangunan yang awalnya sederhana ini dibangun ulang menjadi gedung megah dengan arsitektur art deco yang kuat.
Menjelang KAA tahun 1955, gedung ini juga sempat direnovasi untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan konferensi.