SketsaNusantara.id - Museum Sejarah Purbakala Pleret menjadi salah satu destinasi sejarah yang jarang disorot.
Museum ini berada di Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Lokasinya terletak di Dusun Kedaton, tidak jauh dari jalur Imogiri Timur.
Keberadaan museum ini menyimpan jejak penting masa lampau. Di dalamnya tersimpan puluhan benda cagar budaya. Seluruh koleksi berasal dari berbagai temuan di wilayah Bantul dan sekitarnya.
Dilansir dari Jogjaprov.go.id, museum ini menyimpan sekitar 50 benda peninggalan sejarah. Koleksi tersebut meliputi arca, stupa, dan sejumlah artefak kuno lainnya. Benda-benda ini merekam peradaban masa silam yang pernah berkembang di kawasan tersebut.
Sebagian besar koleksi berasal dari Candi Gampingan dan Situs Payak. Selain itu, terdapat pula beberapa benda pinjaman dari museum lain. Seluruh koleksi disusun rapi agar mudah dipelajari oleh pengunjung.
Letak museum yang cukup jauh dari pusat Kota Yogyakarta membuat kunjungannya relatif sepi. Minimnya eksposur juga berpengaruh terhadap jumlah wisatawan. Kondisi ini menjadikan museum terkesan sunyi dalam keseharian.
Meski jarang dikunjungi, museum ini menyimpan nilai edukatif tinggi. Keberadaan koleksi menjadi sarana pembelajaran sejarah bagi generasi muda. Museum ini juga berperan sebagai ruang pelestarian warisan budaya lokal.
Salah satu bagian museum yang paling menarik perhatian adalah keberadaan Sumur Gumuling. Sumur ini memiliki warna merah muda yang mencolok. Keunikan warnanya membuat pengunjung langsung tertarik untuk mendekat.
Sumur Gumuling dikenal luas oleh warga sekitar. Konon, air dari sumur ini dipercaya memiliki khasiat khusus. Mitos yang berkembang menyebutkan bahwa airnya dapat membantu mempercepat datangnya jodoh.
Kepercayaan tersebut telah beredar turun-temurun. Banyak pengunjung datang dengan rasa penasaran. Sebagian hanya ingin melihat, sebagian lainnya mencoba merasakan air sumur secara langsung.
Keberadaan sumur ini menambah daya tarik museum. Selain belajar sejarah, pengunjung juga menemukan cerita rakyat yang hidup. Perpaduan artefak dan legenda menjadikan museum ini memiliki karakter tersendiri.
Akses menuju Museum Sejarah Purbakala Pleret cukup mudah. Pengunjung dapat melewati Jalan Imogiri Timur ke arah selatan. Setelah mencapai perempatan Wonokromo, perjalanan dilanjutkan ke arah timur.
Artikel Terkait
Harga Tiket Masuk Museum Nasional Naik, Netizen Protes ke Fadli Zon: Kenakan 900 Persen dalam Waktu 5 Tahun
Harga Tiket Masuk Museum Nasional Indonesia per 1 Januari 2026 Lengkap dengan Jam Operasional hingga Cara Beli
4 Fakta Museum Nasional yang Disorot Gara-gara Harga Tiket Masuk, Terbesar di ASEAN hingga Patung Ikonik dari Raja Thailand
Prilly Latuconsina Kunjungi Museum Fujiko F. Fujio, Pencipta Manga Doraemon: Impian Masa Kecil Tercapai
Dibangun sejak 2005 dan Diresmikan 2009, Inilah Museum Gunung Api Merapi yang Menyimpan Kisah Letusan dan Bencana