Kamis, 4 Juni 2026

Jarang Terekspos, Museum Sejarah Purbakala Pleret di Bantul Simpan Puluhan Artefak Kuno dan Sumur Gumuling yang Sarat Cerita

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 15 Februari 2026 | 07:00 WIB
Museum di Pleret, Bantul, Yogyakarta. (jogjaprov.go.id)
Museum di Pleret, Bantul, Yogyakarta. (jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Museum Sejarah Purbakala Pleret menjadi salah satu destinasi sejarah yang jarang disorot.

Museum ini berada di Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Lokasinya terletak di Dusun Kedaton, tidak jauh dari jalur Imogiri Timur.

Keberadaan museum ini menyimpan jejak penting masa lampau. Di dalamnya tersimpan puluhan benda cagar budaya. Seluruh koleksi berasal dari berbagai temuan di wilayah Bantul dan sekitarnya.

Baca Juga: Museum Tani Jawa Indonesia Imogiri Bantul, Destinasi Edukasi Pertanian yang Menyimpan Ratusan Alat Tradisional Bersejarah

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, museum ini menyimpan sekitar 50 benda peninggalan sejarah. Koleksi tersebut meliputi arca, stupa, dan sejumlah artefak kuno lainnya. Benda-benda ini merekam peradaban masa silam yang pernah berkembang di kawasan tersebut.

Sebagian besar koleksi berasal dari Candi Gampingan dan Situs Payak. Selain itu, terdapat pula beberapa benda pinjaman dari museum lain. Seluruh koleksi disusun rapi agar mudah dipelajari oleh pengunjung.

Letak museum yang cukup jauh dari pusat Kota Yogyakarta membuat kunjungannya relatif sepi. Minimnya eksposur juga berpengaruh terhadap jumlah wisatawan. Kondisi ini menjadikan museum terkesan sunyi dalam keseharian.

Baca Juga: Museum Rumah Budaya Tembi di Bantul: Ruang Hidup Sejarah Jawa yang Mandiri, Nirlaba, dan Terus Menghidupkan Tradisi Lokal

Meski jarang dikunjungi, museum ini menyimpan nilai edukatif tinggi. Keberadaan koleksi menjadi sarana pembelajaran sejarah bagi generasi muda. Museum ini juga berperan sebagai ruang pelestarian warisan budaya lokal.

Salah satu bagian museum yang paling menarik perhatian adalah keberadaan Sumur Gumuling. Sumur ini memiliki warna merah muda yang mencolok. Keunikan warnanya membuat pengunjung langsung tertarik untuk mendekat.

Sumur Gumuling dikenal luas oleh warga sekitar. Konon, air dari sumur ini dipercaya memiliki khasiat khusus. Mitos yang berkembang menyebutkan bahwa airnya dapat membantu mempercepat datangnya jodoh.

Kepercayaan tersebut telah beredar turun-temurun. Banyak pengunjung datang dengan rasa penasaran. Sebagian hanya ingin melihat, sebagian lainnya mencoba merasakan air sumur secara langsung.

Keberadaan sumur ini menambah daya tarik museum. Selain belajar sejarah, pengunjung juga menemukan cerita rakyat yang hidup. Perpaduan artefak dan legenda menjadikan museum ini memiliki karakter tersendiri.

Akses menuju Museum Sejarah Purbakala Pleret cukup mudah. Pengunjung dapat melewati Jalan Imogiri Timur ke arah selatan. Setelah mencapai perempatan Wonokromo, perjalanan dilanjutkan ke arah timur.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X