Sebagai bukti, di India, kari sering menggunakan yogurt atau susu untuk memberikan kekentalan.
Karena bahan-bahan tersebut tidak umum di Nusantara pada masa lalu, masyarakat menggantinya dengan santan.
Penggunaan santan inilah yang membuat opor memiliki cita rasa yang lebih gurih dan creamy, khas lidah orang Indonesia, khususnya di Jawa.
Fadly Rahman mencatat bahwa pemilihan opor ayam sebagai menu utama Idulfitri tidak lepas dari nilai filosofis dan sosiologis yakni simbol kedekatan dengan ketupat yang sering dikaitkan dengan istilah 'ngaku lepat'.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!