jelajah

Menyingkap Wajah Lain Jombang: Dari Tempat Persembunyian Raja Airlangga hingga Drama Matinya Jalur Kereta Api

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:30 WIB
Peta Jombang 1884. (SketsaNusantara.id/M Faisol)

SketsaNusantara.id - Selama ini, narasi sejarah Kabupaten Jombang sering kali didominasi oleh identitasnya sebagai "Kota Santri".

Literatur yang beredar luas di masyarakat umumnya berfokus pada sejarah pondok pesantren besar, biografi ulama kharismatik, atau heroisme santri dalam perjuangan kemerdekaan.

Padahal, jika ditelisik lebih dalam melalui kacamata historiografi perkotaan, Jombang memiliki kekayaan sejarah non-santri yang sangat beragam dan menarik untuk digali, mulai dari aspek ekologi, arkeologi, hingga dinamika sosio-ekonomi masyarakatnya.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Panjang Pemisahan Jombang dari Mojokerto, Butuh Waktu 36 Tahun untuk Benar-Benar Mandiri

Berbagai penelitian terbaru mulai bermunculan untuk mengisi kekosongan narasi tersebut. Para peneliti dari berbagai latar belakang keilmuan mencoba mengangkat sisi lain Jombang yang selama ini luput dari sorotan.

Jombang sejatinya adalah sebuah historical landscape di mana setiap jengkal tanahnya menyimpan lapisan cerita dari berbagai zaman, mulai dari era kerajaan klasik hingga masa pembangunan modern.

Dikutip SketsaNusantara.id dari jurnal karya Kusuma, A. D. (2022). Perkembangan Kota Jombang masa kepemimpinan R.A.A. Soeroadiningrat 1910-1930. Historiography: Journal of Indonesian History and Education, 2(1), 119-129, salah satu kisah paling epik yang terungkap adalah legenda Sendang Made di Kecamatan Kudu.

Baca Juga: Padukan Try Out TKA dan Fashion Show, MAN 9 Jombang Pikat 500 Siswa SMP Tembelang

Berdasarkan studi folklor, lokasi ini diyakini sebagai tempat persembunyian Prabu Airlangga. Dikisahkan, saat pernikahannya dengan putri Dharmawangsa Teguh diserang oleh Haji Wura-Wari, Airlangga terpaksa melarikan diri bersama para dayangnya.

Di wilayah yang kini dikenal sebagai Sendang Made inilah, sang raja bersembunyi selama kurang lebih tiga tahun. Untuk bertahan hidup dan mengelabui musuh, Airlangga bahkan dikisahkan melakukan penyamaran ekstrem menjadi seorang pengamen.

Sendang atau mata air yang dibangunnya kala itu kini dipercaya masyarakat memiliki kekuatan supranatural dan kerap menjadi lokasi ritual budaya. Kisah ini juga sempat melahirkan seni tari kreasi baru bernama "Tari Kenya Made" yang sempat menjadi ikon pariwisata sebelum mengalami kemunduran regenerasi penari pada tahun 2014.

Tak hanya kisah raja, Jombang juga menyimpan jejak kebesaran Ratu Majapahit, Tribhuwana Wijayottunggadewi (1328–1350 M). Di Candi Rimbi, yang diduga dibangun pada tahun 1384 M, sang ratu didharmakan.

Keunikan candi yang menghadap ke barat ini terletak pada kekayaan ornamen reliefnya. Mulai dari gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat kuno, motif sulur tanaman, relief Garudeya, hingga medalion berlambang Surya Majapahit. Keindahan ornamen Candi Rimbi inilah yang di kemudian hari menginspirasi para perajin lokal untuk mengembangkan motif Batik Arimbi khas Jombang.

Bergeser ke era yang lebih modern, historiografi Jombang juga mencatat dinamika transportasi yang dramatis. Sebuah studi mengungkap kemunduran layanan perkeretaapian, khususnya jalur Jombang-Babat yang legendaris. Jalur ini resmi ditutup total pada tahun 1981.

Halaman:

Tags

Terkini