jelajah

Tersembunyi di Belantara, Tempat Ibadah di Wonogiri ini Disebut sebagai Rintisan Masjid Demak Peninggalan Wali Songo

Senin, 26 Januari 2026 | 06:30 WIB
Masjid Tiban yang menjadi awal mula pendirian Masjid Agung Demak. (Jatengprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Jejak peradaban Islam masih dapat ditemukan di berbagai wilayah Jawa Tengah. Salah satunya berada di Kabupaten Wonogiri. Situs ini dikenal dengan nama Masjid Tiban Wonokerso.

Masjid tersebut terletak di Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno. Bangunannya berdiri di tengah perkampungan yang dahulu berupa kawasan hutan. Hingga kini, masjid masih digunakan untuk ibadah.

Suara beduk pun masih terdengar dari bangunan kayu jati kuno berukuran sekitar 7 meter persegi.

Baca Juga: Kontroversi Kiblat Masjid Agung Demak: Pengukuran Ilmiah Menyebut Melenceng 12 Derajat, Mengapa Hasilnya Justru Memicu Perdebatan Panjang?

Masjid Tiban memiliki bentuk yang tidak lazim. Bagian depan berdinding kayu dan berdiri di atas batu umpal. Pilar-pilar bangunan menopang struktur utama masjid.

Bagian belakang masjid berbeda bentuk. Area tersebut berupa bangunan tembok dengan ukuran lebih luas. Bagian ini merupakan tambahan dari bangunan utama.

Bangunan depan sekaligus menjadi tempat imam. Struktur kayu tersebut merupakan bagian tertua masjid. Bentuknya menyerupai Masjid Agung Demak dalam skala kecil.

Baca Juga: Di Balik Mitos Masjid Agung Demak, Arah Kiblat, Karomah Sunan Kalijaga, dan Peran Politik Kerajaan Islam di Jawa

Dilansir dari Jatengprov.go.id, Masjid Tiban dikaitkan dengan perjalanan Wali Songo. Pada masa itu, para wali berencana membangun Masjid Agung Demak. Mereka sepakat mencari kayu ke arah selatan.

Perjalanan dilakukan menggunakan rakit dari Demak menuju wilayah Wonogiri. Rombongan kemudian menemukan Hutan Donoloyo. Kawasan tersebut dikenal sebagai hutan jati.

Masjid Tiban didirikan di kawasan hutan sebelum perjalanan berlanjut. Kayu jati Donoloyo dipilih karena kekuatannya. Kayu itu digunakan untuk pembangunan Masjid Agung Demak.

Setelah itu, Masjid Tiban ditinggalkan. Kawasan sekitar kembali menjadi hutan belantara. Bangunan masjid tertutup ilalang dalam waktu lama.

Pada masa perang melawan Belanda, Raden Mas Said pernah bersembunyi di kawasan tersebut. Saat keluar dari persembunyian, ia melihat bangunan masjid yang tertutup semak.

Setelah menjadi penguasa Mangkunegaran, Raden Mas Said mengingat lokasi tersebut. Ia mengutus beberapa orang untuk merawat bangunan. Permukiman mulai tumbuh di sekitarnya.

Halaman:

Tags

Terkini