SketsaNusantara.id - Candi Deres menjadi salah satu situs budaya yang menarik perhatian di Kabupaten Jember.
Lokasinya berada di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas. Wilayah ini dahulu termasuk kawasan Puger.
Situs ini juga dikenal dengan nama Candi Retjo. Bentuknya berupa reruntuhan bangunan dari batu bata besar. Kondisinya sudah rusak sejak pertama kali ditemukan.
Dilansir dari Jemberkab.go.id, Candi Deres mulai diekskavasi pada pertengahan 1980-an. Penelitian dilakukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta. Hasil awal menunjukkan kondisi bangunan yang memprihatinkan.
Di area situs ditemukan berbagai artefak. Beberapa di antaranya berupa gerabah dan arca. Sebagian besar artefak ditemukan dalam kondisi tidak utuh.
Bangunan candi dibuat dari bata besar khas masa Majapahit. Struktur yang tersisa kini ditopang oleh akar pohon beringin. Akar tersebut mencengkeram bagian bangunan yang rapuh.
Keberadaan Candi Deres sering dikaitkan dengan masa pemerintahan Majapahit. Ada dugaan candi ini dibangun pada masa Raja Hayam Wuruk. Dugaan tersebut berkaitan dengan perjalanan panjang sang raja.
Dalam catatan sejarah, Hayam Wuruk melakukan perjalanan keliling Jawa Timur. Perjalanan itu dikenal sebagai tirtayatra. Jarak tempuhnya mencapai sekitar 1.700 kilometer.
Kitab Negarakretagama mencatat perjalanan tersebut secara rinci. Kitab itu ditulis oleh Mpu Prapanca. Beberapa wilayah yang disebut masih dikenal hingga sekarang.
Meski demikian, belum ada bukti konkret yang menguatkan fungsi Candi Deres. Dugaan sebagai tempat persinggahan masih bersifat interpretatif. Penelitian lanjutan masih terus dibutuhkan.
Di sekitar situs terdapat struktur lain yang menarik perhatian. Struktur tersebut dikenal sebagai Gumuk Boto dan Gumuk Lumpang. Fungsi awal kedua struktur itu belum diketahui.
Candi Deres juga memiliki fungsi sosial dan spiritual. Warga setempat kerap menggunakan area candi untuk ritual tertentu. Aktivitas ini biasanya dilakukan pada hari besar keagamaan.