jelajah

Jika Marah Tak Ada yang Berani Mendekat! Inilah Asal-usul Abimanyu dalam Wayang, Termasuk Kisah Lahir dari Paha Bima

Minggu, 18 Januari 2026 | 21:30 WIB
Karakter Abimanyu dalam wayang kulit Nusantara. (pdwi.senawangi.org)

SketsaNusantara.id - Abimanyu dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia pewayangan. Ia merupakan putra Arjuna dari Dewi Subadra.

Dalam kisah Mahabharata versi Nusantara, Abimanyu digambarkan sebagai kesatria muda yang menonjol.

Nama Abimanyu memiliki makna yang sering menarik perhatian penikmat wayang. Dalam tradisi Jawa, nama ini tidak diberikan tanpa arti. Penamaan tokoh biasanya berkaitan dengan watak dan perjalanan hidupnya.

Baca Juga: Abimanyu Tewas karena Sumpah Palsu, Pelajaran untuk Para Pria Beristri, Jangan Ngaku Jomblo pada Perempuan Lain

Dilansir dari Ensiklopedi Wayang Indonesia, Abimanyu juga dikenal memiliki banyak nama lain dalam pewayangan. Ia disebut Bimanyu, Jayamurcita, Angkawijaya, hingga Jaka Pengalasan. Ragam sebutan itu muncul dari berbagai lakon dan daerah pementasan.

Ada yang menyebutkan asal usul Abimanyu berkaitan dengan makna namanya. Nama tersebut dijelaskan berasal dari dua kata. Abi atau abhi bermakna dekat, sedangkan manyu berarti marah.

Nama Abimanyu mengandung arti ‘kalau ia sedang marah, tak ada yang berani mendekat’. Makna ini dikenal luas dalam dunia pedalangan. Arti tersebut menggambarkan watak keras dan keberanian Abimanyu.

Baca Juga: 7 Bidadari dari Kahyangan yang Gagal Menggoda Arjuna dan Malah Kesengsem, Ada yang Akhirnya Jadi Raja Wanita

Kisah kelahirannya pun ada yang versi tidak lazim. Dalam salah satu versi pewayangan, Abimanyu tidak dilahirkan dari rahim Dewi Subadra. Kisah ini muncul dalam lakon Kuntul Wilanten.

Dalam cerita tersebut, Bima ditugasi menjaga Dewi Kuntul Wilanten. Peristiwa kemudian berkembang hingga Arjuna melarikan sang putri. Bima yang merasa gagal menjalankan tugasnya mengalami peristiwa gaib.

Melalui kejadian itu, Bima diceritakan mengandung secara tidak wajar. Karena rasa malu, ia berniat mengakhiri hidupnya. Perjalanan tersebut kemudian dihadang oleh Anoman.

Anoman memindahkan kandungan dari perut ke paha Bima. Bayi kemudian dilahirkan dari paha tersebut. Dari peristiwa itu, bayi diberi nama Bimanyu.

Bayi tersebut kemudian diserahkan kepada Dewi Subadra. Pada saat itu, Dewi Subadra tengah mengalami sakit pada payudaranya. Penyakit tersebut hanya sembuh jika ada bayi yang menyusu.

Setelah disusui oleh Dewi Subadra, nama Bimanyu berubah menjadi Abimanyu. Versi kelahiran ini hanya dikenal dalam satu lakon tertentu. Kisah tersebut tidak ditemukan dalam semua tradisi wayang.

Halaman:

Tags

Terkini