jelajah

Desa Wisata Srimulyo di Bantul, Destinasi Alam dan Budaya di Antara Sungai Opak dan Gawe yang Terus Berkembang Berbasis Komunitas

Sabtu, 17 Januari 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi kampung wisata di Bantul, Yogyakarta. (Pexels/M Luthfi Nurrasjad)

Selain wisata alam, Srimulyo mempertahankan tradisi budaya lokal. Berbagai kegiatan budaya masih rutin digelar oleh masyarakat.

Kupatan Jolosutro menjadi tradisi tahunan yang melibatkan warga. Kegiatan ini sarat nilai kebersamaan dan gotong royong.

Kesenian Jathilan dan Emprak masih dipentaskan. Pertunjukan ini menjadi bagian dari atraksi budaya desa.

Srimulyo juga menghadirkan Gejog Lesung dan Macapat. Kesenian tersebut memperkaya pengalaman wisata berbasis budaya.

Dari sisi fasilitas, desa ini menyediakan area parkir luas. Tersedia pula balai pertemuan dan kafe bagi pengunjung.

Spot foto, taman, dan area outbound disiapkan untuk wisata keluarga. Fasilitas umum seperti musholla dan kamar mandi tersedia.

Pada 2021, Srimulyo diresmikan sebagai “Smart Village”. Peresmian tersebut dilakukan oleh Menteri Desa, Abdul Halim Iskandar.

Pengelolaan destinasi dilakukan oleh BUMDes setempat. Saat ini tercatat 19 destinasi wisata alam aktif dikelola.

Pada 2024, Srimulyo dicanangkan sebagai “Desa Cantik” oleh BPS Bantul. Program ini menekankan pembangunan berbasis data.

Pengembangan tersebut memperkuat posisi Srimulyo sebagai desa wisata berkelanjutan. Integrasi alam, budaya, dan tata kelola terus dijalankan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini