Selain sandboard, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan dari ketinggian. Tersedia area Padang Ilalang yang dilengkapi menara pandang. Dari titik tersebut, bentang gumuk pasir dapat terlihat lebih luas.
Gumuk Barchan juga menjadi lokasi favorit untuk kegiatan fotografi. Lanskap pasir, garis gumuk, serta cahaya matahari menciptakan suasana visual yang khas. Banyak pengunjung memanfaatkan kawasan ini untuk dokumentasi wisata.
Waktu kunjungan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Kondisi kawasan gumuk cenderung terik pada siang hari. Waktu pagi dan sore dinilai lebih sesuai untuk berkunjung karena suhu lebih bersahabat.
Pengunjung juga disarankan menyiapkan uang tunai pecahan kecil. Akses masuk ke kawasan gumuk sudah termasuk dalam retribusi Pantai Parangtritis. Namun, biaya parkir dan fasilitas tambahan memerlukan pembayaran terpisah.
Gumuk Barchan Parangtritis kini tidak hanya menjadi fenomena alam langka. Kawasan ini juga berfungsi sebagai ruang wisata edukatif. Keberadaannya menunjukkan hubungan antara proses alam dan pemanfaatan wisata berkelanjutan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!