Kirab dikawal oleh bregodo keprajuritan. Setelah kirab, warga berkumpul di halaman masjid. Doa bersama dilakukan sebagai penutup prosesi siang hari.
Usai doa, warga dan pengunjung menikmati makan bersama. Gunungan ketupat dibagikan kepada masyarakat. Malam harinya digelar wayang kulit semalam suntuk.
Di tengah lingkungan perkotaan, Pandeyan mempertahankan kehidupan sosial yang guyub. Nilai gotong royong dan kerukunan tetap terjaga. Kampung ini menjadi contoh harmoni budaya di kota.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!