jelajah

Kisah Perjalanan Sekolah Perempuan Pertama di Indonesia, Didirikan oleh Raden Dewi Sartika, Pahlawan Kemerdekaan Nasional dari Cicalengka

Selasa, 11 November 2025 | 08:30 WIB
Raden Dewi Sartika, perintis sekolah perempuan pertama di Indonesia. (budaya.jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Raden Dewi Sartika adalah satu dari sekian banyak perempuan Indonesia yang memiliki jasa begitu besar.

Jasa-jasanya dikenang terutama dalam bidang pendidikan serta pemberdayaan perempuan sejak masa penjajahan.

Wanita kelahiran Cicalengka, 4 Desember 1884 ini menjadi perintis sekolah perempuan pertama di Indonesia pada era kolonial.

Baca Juga: Marsinah Dibunuh di era Rezim Soeharto dan Kini diangkat sebagai Pahlawan Nasional secara Bersamaan, Warganet: Tidak Manusiawi

Meski memiliki tantangan yang begitu berat, perjuangan Dewi Sartika dalam memperhatikan kaum perempuan tidak pernah mengenal lelah.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, berikut perjalanan Raden Dewi Sartika dalam merintis sekolah perempuan pertama di Indonesia.

Berawal dari Permainan "Sekolah-Sekolahan"

Dewi Sartika muda termasuk siswa yang cerdas dan memiliki cita-cita besar. Putri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas ini memiliki kebiasaan unik semasa kecil.

Baca Juga: Marsinah Hingga Soeharto, ini Daftar 10 Tokoh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Oleh Prabowo Subianto

Saat sepulang sekolah ia mengajak beberapa orang gadis anak pelayan dan pegawai pamannya untuk bermain “sekolah-sekolahan”.

Kebiasaan tersebut mewujud dalam bentuk cita-cita berupa ingin mendirikan sekolah khusus perempuan meski tidak mendapat dukungan dari beberapa anggota keluarganya sendiri.

Sekolah Perempuan Pertama Didirikan

Berkat dukungan dari Sang Kakek, yakni R.A.A. Martanegara yang kala itu menjadi Bupati Bandung, sekolah perempuan pertama didirikan dengan nama Sekolah Isteri.

Baca Juga: Prabowo Subianto Tetapkan 10 Pahlawan Nasional, Nama Soeharto dan Marsinah Berdampingan Tuai Pro Kontra: Kok Bisa Korban dan Pelaku Satu Urutan?

Halaman:

Tags

Terkini