jelajah

6 Fakta Aktivitas Menenun Suku Sasak di Lombok, Menghasilkan Kain Indah Khas Nusa Tenggara Barat yang Diburu Wisatawan

Sabtu, 8 November 2025 | 09:00 WIB
Aktivitas menenun Suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (wonderfulimages.kemenpar.go.id)

3. Menenun Jadi Syarat Menikah

Terdapat sebuah hukum adat pada masyarakat Suku Sasak tentang menenun yang menjadi syarat menikah bagi kaum perempuan.

Seorang perempuan Sasak dianggap sudah layak menikah jika dapat membuat 3 kain tenun.

Meski aturan tersebut kini tidak lagi mengikat, kemampuan menenun tetap dilestarikan sebagai upaya menjaga warisan budaya.

4. Menjadi Mata Pencarian

Sebagai warisan budaya, kain tenun khas Lombok ini menjadi mata pencarian masyarakat sebagai produk ekonomi kreatif asli Suku Sasak.

Karena keunikannya kain tenun ini diburu oleh wisatawan yang berkunjung ke Lombok untuk dijadikan cendera mata.

5. Terdiri dari 2 Jenis Kain Tenun

Kain tenun khas Lombok terdiri dari 2 jenis, yakni kain tenun songket dan kain tenun ikat.

Kain tenun songket memiliki ciri khas terbuat dari benang katun warna-warni, benang perak, atau emas dengan corak yang penuh warna.

Sedangkan kain tenun ikat memiliki bentuk lebih sederhana yang berfungsi untuk kebutuhan sehari-hari seperti bedong bayi, selimut, penutup jenazah, atau perlengkapan ibadah.

6. Menenun Secara Tradisional

Wisatawan yang membeli kain tenun asli Suku Sasak dapat termasuk turut serta melestarikan lingkungan karena proses pembuatan dari kain tenun ini yang masih alami.

Meski telah terdapat berbagai peralatan modern, masyarakat Suku Sasak tetap mempertahankan cara pembuatan tenun serta bahan yang alami sehingga masih terjaga keasliannya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini