SketsaNusantara.id - Rempah kecil bernama cengkeh pernah menjadi primadona dunia.
Harumnya yang khas dan manfaatnya yang luas menjadikannya komoditas bernilai tinggi.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa bunga cengkeh sudah dikenal di Eropa sejak awal tarikh Masehi, bahkan di Timur Tengah jauh sebelumnya.
Baca Juga: Asal Usul Cengkeh dari Maluku: Ini Fakta Sejarah yang Mengubah Peta Perdagangan Dunia
Namun, masyarakat saat itu belum mengetahui asal tanaman beraroma tajam ini.
Dilansir dari buku Warisan Bahari karya Bambang Budi Utomo terbitan Pustaka Obor tahun 2016, cengkeh hanya dapat tumbuh subur di wilayah Maluku. Ada kemungkinan para pedagang Maluku sendiri yang membawa rempah ini keluar kepulauan mereka untuk diperdagangkan.
Sejumlah sumber juga mencatat bahwa perdagangan rempah-rempah kala itu banyak dikuasai saudagar-saudagar dari Jawa pada masa kejayaan Majapahit pada abad ke-14.
Awal Kedatangan Bangsa Eropa
Memasuki abad ke-16, bangsa-bangsa Eropa mulai menemukan jalur pelayaran menuju Maluku. Tahun 1512 menjadi titik penting ketika armada Portugis di bawah pimpinan Kapten Antonio d’Abreu dan Francisco Serrao berhasil mencapai wilayah ini.
Kapal pertama tiba di Banda, sementara armada Serrao sempat terdampar di Nusa Penyu sebelum akhirnya kembali ke Melaka membawa muatan rempah-rempah sebagai bukti keberhasilan mereka.
Sejak saat itu, Maluku menjadi tujuan utama para saudagar Eropa. Mereka datang bukan hanya untuk berdagang, tetapi juga menguasai sumber rempah yang disebut sebagai “buah emas.”
Kisah Magellan dan Tidore