Bahkan, “ada saudagar Tionghoa yang sudah sampai ke kawasan penghasil rempah melalui jalur utara melewati kepulauan Filipina dan tiba di Ternate,” menurut sumber Tionghoa kuno.
Perdagangan ini bukan sekadar pertukaran barang, tetapi juga arus budaya dan pengetahuan yang mempertemukan berbagai bangsa di pelabuhan-pelabuhan Nusantara.
Ketika Majapahit berkuasa, jaringan perdagangan semakin meluas. Nagarakretagama mencatat adanya hubungan dagang antara Majapahit dan daerah-daerah di kawasan timur Nusantara, mulai dari Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, hingga Maluku.
Perdagangan rempah dilakukan secara estafet antarbandar sebelum akhirnya berpusat di Melaka, yang pada abad ke-15 dan ke-16 berkembang sebagai pelabuhan antarbangsa.
Dari Maluku, rempah dibawa ke Hitu dan Banda, lalu melalui pesisir utara Jawa, Sumatra timur, hingga Melaka. Jalur inilah yang kemudian menjadi cikal bakal rute perdagangan global. Bahkan, Sumbawa sempat menjadi bandar penting penyedia beras untuk Melaka, sebelum pasokannya terhenti akibat letusan Gunung Tambora pada 1815.
Portugis Datang, Rempah Jadi Rebutan Dunia
Memasuki abad ke-15 hingga ke-16, pelayaran bangsa Portugis dan Spanyol membawa babak baru bagi Nusantara. Basis mereka di Goa, India, menjadi titik awal ekspansi ke Asia Tenggara.
Setelah Portugis merebut Melaka pada 1511, mereka menjadikannya pusat operasi untuk menguasai jalur rempah. Dari Melaka, para saudagar Portugis berlayar langsung ke Maluku, terutama ke Ternate dan Tidore.
Abad ke-15 dan ke-16 pun dikenal sebagai masa kejayaan perdagangan rempah. Di sepanjang jalur niaga dari Sumatra hingga Maluku tumbuh pelabuhan-pelabuhan penting yang menjadi saksi interaksi bangsa-bangsa dunia dengan bumi Nusantara.
Sejarah panjang jalur rempah bukan sekadar kisah tentang perdagangan, tetapi tentang bagaimana Nusantara menjadi simpul penting peradaban dunia.
Dari Barus yang harum kapurnya hingga Maluku yang wangi cengkihnya, semua meninggalkan jejak bagaimana kekayaan alam Indonesia menjadi daya tarik global sejak ribuan tahun lalu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!