jelajah

5 Sastrawan Indonesia yang Memiliki Gelar Pahlawan Nasional, Berjasa dalam Kesusastraan dan Berjuang untuk Kemerdekaan

Kamis, 18 September 2025 | 21:30 WIB
Raja Ali Haji, sastrawan Indonesia yang memiliki gelar Pahlawan Nasional. (mahadalyjakarta)

Buku tersebut merupakan dasar-dasar dan tata bahasa Melayu pertama yang dijadikan landasan penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928.

Karya monumental lainnya adalah Gurindam Dua Belas yang berisi pesan-pesan dan petunjuk kehidupan.

2. Abdoel Moeis

Abdoel Moeis adalah seorang pengarang bergelar Soetan Penghoeloe. Ia lahir pada 3 Juli 1886 di Bukittinggi, Sumatra Barat.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia, Abdoel Moeis sempat bersekolah di STOVIA (sekolah kedokteran pertama di Indonesia).

Namun keluar karena geram terhadap diskriminasi yang sering dialami oleh para pelajar Indonesia.

Pada masa perjuangan kemerdekaan Abdoel Moeis banyak melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda, baik melalui media maupun melalui organisasi.

Abdoel Moeis tercatat sebagai anggota Sarekat Islam, dan menjadi anggota Volksraad (parlemen Hindia Belanda) mewakili organisasi tersebut.

Karya Abdoel Moeis yang terkenal salah satunya berjudul “Salah Asuhan” yang ia tulis selama pengasingan di Garut, Jawa Barat.

Selain karya sastra, Abdoel Moeis juga memiliki buah perjuangan berupa universitas yakni Institut Teknologi Bandung yang dibangun dengan nama awal Technische Hoogeschool.

3. Mohammad Yamin

Mohammad Yamin luas dikenal sebagai negarawan, politikus, dan tokoh intelektual daripada sebagai sastrawan, namun beliau lah salah satu pelopor bentuk Soneta dalam kesusastraan Indonesia.

Lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat, pada 23 Agustus 1903, karya-karya Mohammad Yamin banyak berupa puisi, drama, terjemahan, dan buku-buku sejarah.

Pada Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928 Mohammad Yamin lah yang merumuskan gagasan “Sumpah Pemuda” pada selembar kertas dan kemudian dibacakan sebagai ikrar oleh para pemuda yang hadir.

4. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)

Halaman:

Tags

Terkini